Hasil Penelitian Terbaru, Ada Vaksin yang Digunakan Indonesia Sangat Ampuh dari Virus Corona
Jadi Idaman Banyak Orang, 50 Juta Vaksin Covid-19 Paling Ampuh di Dunia Ini Bakal Masuk Ke Indonesia, Ini Dia Kandidat Penerimanya.
Penelitian ini diterbitkan di Jurnal Nature, oleh para ilmuwan di Universitas Oxford (Inggris) dan Rumah Sakit Cantonal (Swiss), yang mengatakan bahwa meningkatkan kemampuan perlindungan sel T adalah "fungsi utama" vaksin dengan menggunakan teknologi vektor adenovirus seperti AstraZeneca dan Johnson & Johnson (J&J).
Profesor Burkhard Ludewig, dari rumah sakit Cantonal di Swiss, mengatakan, "Sel T yang dihasilkan dari kamp pelatihan yang diproduksi vaksin memiliki kualitas yang sangat baik."
"Adenovirus telah berevolusi bersama manusia untuk waktu yang sangat lama, dan telah belajar banyak tentang sistem kekebalan manusia dalam prosesnya," kata Profesor Ludewig.
Dan di sini mereka telah mengajari kita pelajaran penting tentang cara terbaik untuk mempromosikan sel-T reaktivitas.
Menurut Profesor Ludewig, diharapkan di masa depan, para ilmuwan akan menemukan cara untuk membuat vaksin baru yang menargetkan penyakit persisten seperti TBC, HIV, hepatitis C dan kanker.
Para peneliti menemukan bahwa adenovirus dapat menyerang sel-sel jaringan berumur panjang, bertindak sebagai "kamp pelatihan" sel-T.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca lebih efektif dalam meningkatkan sel T daripada vaksin yang menggunakan teknologi mRNA seperti Pfizer dan Moderna.
Namun, tingkat peningkatan sel T sulit ditentukan.
Namun dalam studi yang baru diterbitkan, para ilmuwan merujuk pada perlindungan seumur hidup yang ditawarkan oleh vaksin AstraZeneca.
Profesor Paul Klenerman dari Nuffield School of Medicine, Universitas Oxford mengatakan, "Jutaan orang telah divaksinasi menggunakan teknologi vektor adenovirus di seluruh dunia."
"Tujuan akhir dari vaksin ini adalah untuk memberikan perlindungan sistemik. kekebalan jangka panjang menggunakan antibodi dan sel T," katanya.
"Studi ini membantu kita memahami lebih banyak tentang efektivitas vaksin dan mengapa efeknya pada sel T bertahan lama," kata Profesor Klenerman.
Vaksin AstraZeneca (Reuters (10 Maret 2021))
Indonesia Kembali Terima 1.041.400 Dosis Vaksin AstraZeneca
Terbaru, dikutip dari Kompas.com , sebanyak 1.041.400 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (16/7/2021) pagi. Ini merupakan kedatangan vaksin ke-26 yang diterima Indonesia.
"Hari ini kita kembali menerima kedatangan vaksin tahap ke-26 berjumlah 1.041.400 dosis vaksin jadi dari AstraZeneca. Total vaksin yang telah kita terima hingga pagi ini adalah 141.315.880 dosis vaksin," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi, dalam keterangan pers melalui YouTube Sekretariat Presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vaksin-sinovac.jpg)