TRIBUNWIKI

SOSOK Bejo, Owner Boss Vave Yang Jadi Donatur Pemilik Warung Terdampak Negatif PPKM

Dia menyasar anak jalanan di lampu merah dan menganjurkan timnya melihat anak-anak di lampu merah.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Bejo, owner Boss Vave yang belakangan menjadi donatur bagi pemilik warung nasi terdampak negatif PPKM Daruray di Jalan Multatuli saat ditemui di rumahnya di Jalan Halat, Medan, Minggu (18/7/2021) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Berpenampilan sederhana, ramah, begitulah aura yang ditangkap saat Tribun Medan bertemu Bejo kelahiran 1989 ini di kediamannya di Jalan Halat, Medan, Minggu (18/7/2021).

Bejo adalah seorang pengusaha muda yang ternyata menjadi donatur untuk Tami dan Tari kakak beradik yang tercekik dampak negatif PPKM Darurat.

Baca juga: Raffi Ahmad Dibuntuti Mahluk Gaib, Anak Indigo Ungkap Sosoknya, Begini Reaksi Suami Nagita Slavina

"Sebenarnya, project kita untuk saling membantu itu sudah ada rencana mulai bulan 6 lalu dari kami pengusaha rokok electrik (vave).

PPKM Mikro ini kan berdampak ke pedagang juga, karena jam buka dibatasi tadi,"ujar pengusaha rokok elektrik bermerek Boss Vave ini.

Untuk kegiatan membantun di jalanan juga ternyata sudah dilakukan Bejo beberapa waktu.

Dia menyasar anak jalanan di lampu merah dan menganjurkan timnya melihat anak-anak di lampu merah.

Kemudian, beberapa hari terakhir, Bejo melihat postingan di Media Sosial.

Di Jalan Multatuli tepatnya, di sana ada pedagang menegang poster berisi tulisan yang menggugah hatinya.

Tulisan itu adalah "Sarapannya kak, Yakinlah jika Kakak beli sarapan sama kami, Tiga nyawa terselamatkan,". Pedagang tersebut adalah Tami dan Tari yang hanya bergantung pada hasil penjualan warung nasi.

Pelanggan tak datang lagi sejak kebijakan PPKM darurat melarang orang makan di warung makan, dan untuk Jalan Multatuli pun ditutup.

Baca juga: Survei Ungkap Alasan Sebagian Masyarakat Indonesia Tak Bersedia Divaksinasi

"Yang menyentuh saya di tulisan itu yang di kardus. Jadi saya bukan orang yang kaya raya, tapi saya mengerti bagaiaman menjadi di posisi merkea. Karena, saya juga pernah cuma makan tahu tempe lauk untuk makan,"ujar Bejo.

Hati Bejo pun tergerak, dia tetap berniat untuk mebantu, meski usaha yang dia geluti jatuh hingga 70 persen.

Bejo berprinsip, membantu orang lain tidak harus serta merta ketika sedang memiliki harta berlebih, melainkan di saat sama-sama merasakan penderitaan itulah harus berbagi 

"Jadi berbagi itu bukan harus di saat berlebih, tapi alangkah indahnya saat sama sama kekurangan. Karena kita juga memang kecil, jadi kita sesama yang kecil ini harus saling membantulah, begitu,"ujar Bejo.

Dalam menjalankan misi kemanusian, Bejo juga ternyata sudah memprogramkan sejak 2019.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved