TEA Art Medan Ubah Kopi Sumut Jadi Karya Seni, Hasilkan Ragam Lukisan

Tea Art Medan Indonesia membuat inovasi baru yakni menjadikan kopi sebuah karya seni berupa lukisan.

Tribun-medan.com/ Yufis Nianis Nduru
Pemilik Tea Art Medan Indonesia menunjukkan hasil karya seni miliknya, Minggu (18/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Kopi Sumatera Utara tidak hanya dapat dinikmati sebagai minuman.

Kopi ternyata juga bisa dijadikan sebuah karya seni.

Seperti halnya yang dilakukan Tea Art Medan Indonesia.

Tea Art Medan Indonesia membuat inovasi baru yakni menjadikan kopi sebuah karya seni berupa lukisan.

Marah Rusli selaku seniman dan pemilik Tea Art menuturkan ia memiliki ide bisnis menjadikan kopi sebagai karya seni sejak tahun 2014.

"Seniman lukisan itu banyak namun kita mau tampil beda sehingga terpikir pada tahun 2014 untuk mencoba membuat lukisan dengan bahan yang tampil beda dan kita kebetulan belajar otodidak membuat ragam lukisan ini," kata Marah, Minggu (18/7/2021).

Dalam hal ini, Marah mengutarakan bahan dasar lukisan yang dibuatnya adalah kopi asli Sidikalang dan teh asli Sidamanik.

"Kalau bahan dasar kita dari bubuk teh dan kopi. Teh maupun kopi itu kita olah dari ampas sampai ke airnya. Untuk kopi kita gunakan dari Sidikalang dan teh dari Sidamanik sebab kita mau angkat dan memperkenalkan hasil kekayaan alam di Sumut ini dapat dimanfaatkan dengan banyak kreasi," ujar Marah.

Sejak tahun 2014, Marah telah menghasilkan ribuan ragam lukis yang telah tersebar di beberapa daerah Indonesia dan diminati banyak kalangan hingga para penjabat.

"Untuk produksi lukisan sudah adalah sekitar ribuan. Pemasaran kita melalui online dan mengikuti pameran maupun event seperti dari dinas-dinas maupun kegiatan pemerintah," katanya.

Bahkan Marah mengungkapkan Walikota Medan Boby Nasution belakangan ini telah membeli hasil karya miliknya sebanyak dua buah dengan harga belasan juta.

Menekuni bisnis ini, Marah mengungkapkan ia mendapatkan omset hingga puluhan juta tiap bulannya.

"Omset kita lumayan, sebelum pandemi keuntungan melonjak mulai dari Rp 15 sampai Rp 20 jutaan namun di tengah pandemi relatif biasa saja," ujar Marah.

Untuk harga per lukisannya sendiri, Marah mengungkapkan harganya bervariasi.

Hal ini tergantung ukuran dan bentuk lukisannya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved