Breaking News:

30 Menit Aksi Tolak PPKM Darurat, Pegiat Kopi Dibubarkan Saat Mau Mengadu Ke Wali Kota Medan

Mereka mau menyampaikan bahwa kebijakan PPKM darurat haruslah memberikan solusi tidak hanya peraturan yang harus dituruti masyarakat. 

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Tidak sampai 30 menit, puluhan pedagang kopi di Kota Medan yang unjuk rasa menolak PPKM darurat diperpanjang akhirnya dihadang oleh kepolisian dari Polrestabes Medan, Senin (19/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tidak sampai 30 menit, puluhan pedagang kopi di Kota Medan yang unjuk rasa menolak PPKM darurat diperpanjang akhirnya dihadang oleh kepolisian dari Polrestabes Medan, Senin (19/7/2021). 

Awalnya massa aksi ini berangkat dari Lapangan Merdeka, sekitar pukul 15.00 WIB, dan ingin melakukan Long March menuju kantor Wali Kota Medan. 

Pengunjuk rasa berkeinginan menyampaikan kepada Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution bahwa nasib pedagang terancam tidak makan di masa PPKM darurat. 

Mereka mau menyampaikan bahwa kebijakan PPKM darurat haruslah memberikan solusi tidak hanya peraturan yang harus dituruti masyarakat. 

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Sumut Per 19 Juli 2021, Terdapat Penambahan 611 Kasus Baru

Tetapi saat massa aksi sudah di jalan Raden Saleh sekitar pukul 15.30 WIB, ternyata para pedagang kopi itu langsung dihadang dan dipaksa untuk membubarkan diri. 

Terakhir, sebagian massa aksi langsung disuruh pulang dan hanya 10 orang yang diperbolehkan untuk melanjutkan aksi sampai ke kantor Wali Kota Medan

Salah satu massa aksi Rasyid mengatakan sebenarnya pihaknya hanya mau menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan. 

"Kami mau jualan, kami mau jemput bola. Karena ini di paksa take away, kami pedagang dan hanya ingin jemput bola, jemput pelanggan," katanya. 

Dia pun menerangkan ingin solusi khusus untuk para pedagang UMKM dari bapak walikota atau Dewan Perwakilan Rakyat. 

"Pendapatan kami itu turun sampai 80 persen. Ada sebagian karyawan yang kita berhentikan karena toko terpaksa harus tutup," ucapnya. 

Baca juga: PPKM Darurat Di Medan Diperpanjang, Adzkia Grub Keliling Bagikan 3 Ton Beras

Setelah itu, terlihat sebagian massa aksi pulang kembali ke lapangan merdeka dengan himbauan dari kepolisian agar tidak berkerumun. 

Sementara sepuluh massa aksi lainnya tampak berjalan menuju kantor Wali Kota Medan. 

"Kita akan dijembatani oleh pihak keamanan ini untuk bertemu dengan Wali Kota Medan," tutupnya. 

(cr8/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved