Breaking News:

Khazanah Islam

Sejarah Kalimat Takbir, Ternyata Dialog Malaikat Jibril dengan Dua Nabi Allah

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Ash-Shaffat 37

Editor: Dedy Kurniawan
Ist
Sejarah Kalimat Takbir, Ternyata Dialog Malaikat Jibril dengan Dua Nabi Allah 

TRIBUN-MEDAN.com - Kumandang gema takbir begitu syahdu tak henti setiap momen hari raya Islam, Idul Adha dan Idul Fitri.

Alunan kalimat tauhid ini sahut menyahut di telinga saat menjelang shalat berjemaah dan selesai shalat berjemaah.

Baca juga: Bolehkah Menjual Daging Kurban, Kulit Hewan Kurban, Ini Kata UAS Hukumnya

Kidung takbir mengundang rasa gegep gempita suka-cita. Serangkaian bacaan takbir, tahlil, dan tahmid ini ciri khas menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. 

Kalimat takbiran yang kita kenal sekarang tidak pernah berubah.

Yakni lafadz Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha Illallahu Wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd. 

Ternyata sejarah atau awal mula terciptanya kalimat takbiran dilatarbelakangi pertemuan Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. 

Sejarah ini tertulis dalam kitab Nuzhat al-Majalis wa Muntakhab an-Nafais karya Syaikh Abdurrahman ash-Shofuri as-Syafi’i.

Nabi Ibrahim mengucapkan nadzar kepada Allah apabila ia dikaruniai keturunan, maka ia akan mengorbankannya untuk Allah. 

Selang beberapa waktu, ternyata nadzar yang diucapkan Nabi Ibrahim tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. Nabi Ibrahim dikaruniai seorang putra dari istri keduanya, Siti Hajar.

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved