Lebih Murah dari Rafale yang Diborong Prabowo, Jet Tempur Siluman Ini setara F-35 yang Diimpikan RI
Checkmate lebih cepat, memiliki jangkauan lebih jauh, unsur silumannya lebih besar dan membawa lebih banyak persenjataan daripada F-35.
Checkmate bermesin tunggal dengan sistem logistik terkomputerisasi - dijuluki 'Matryoshka'.
Dijadwalkan Checkmate menjalani uji terbang paling lama 2023, pembuatan prototipe hingga 2025, dan produksi awal 2026.
Namun, Sukhoi dan Rostec bersikeras Checkmate adalah "pada prinsipnya pesawat yang sama sekali berbeda."
“Ini adalah pesawat yang unik,” kata mereka kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Checkmate lebih cepat, memiliki jangkauan yang lebih jauh, tanda radar yang lebih kecil, dan dapat membawa lebih banyak persenjataan daripada F-35.
CEO United Aircraft Corporation Yury Slyusar mengatakan analisis pasar memproyeksikan permintaan Checkmate sekitar 300 pesawat dari klien di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin.
Rostec dan United Aircraft Corporation membantah angka 75 yang dituliskan di badan Checkmate bukan lah indikasi jet tempur terbaru ini merupakan prototipe Su-75.
Perwakilan Sukhoi berdalih perusahaan menganggap angka-angka itu "beruntung."
Sebab hingga saat ini AU Rusia belum menandatangani kontrak pembelian jet baru CheckMate.
Samuel Bendett, seorang ahli militer Rusia di Center for a New American Security di Washington, DC, mengatakan CheckMate adalah pesawat tempur ekspor—pesawat tempur yang relatif murah yang ditujukan bagi negara-negara yang tidak diberikan Amerika membeli jet tempur siluman F-35.
“Sejumlah negara yang sudah bersahabat dengan ekspor militer Rusia mungkin berbaris untuk jet tempur canggih,” kata Bendett.
Saat ini hanya beberapa negara sekutu dekat Amerika yang mendapatkan F-35.
Dua tetangga Indonesia sudah mendapat F-35, yakni Singapura dan Australia.
Calon jet siluman kerja sama Korea Indonesia KF-21 Boramae baru akan uji coba terbang pertama tahun depan.
Sementara jet tempur siluman China J-31 yang ditujukan untuk ekspor, sembilan tahun setelah penerbangan pertama, belum mendapatkan pembeli dari luar negeri.
CheckMate akan melengkapi Su-57 bermesin ganda yang lebih besar, yang pertama kali terbang pada tahun 2010 dan saat ini sedang dalam produksi di pabrik Sukhoi di Timur Jauh, Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/harga-jet-tempur-checkmate.jpg)