Muncul Lagi Setelah Vaksin Abdala, Obat Ini Disetujui UEA Diyakini Mampu Cegah Risiko Kematian Covid

Muncul lagi obat mujarab Covid-19 setelah Vaksin Abdala, buatan negeri komunis dari Kuba. Vaksin Abdala diyakini ampun cegah kematian Covid-19.

Pixabay/HakanGERMAN
Ilustrasi vaksin - Muncul Lagi Setelah Vaksin Abdala, Obat Ini Disetujui UEA Diyakini Mampu Cegah Risiko Kematian Covid 

Pada Minggu (18/7/2021), masih ada tambahan 1.565 infeksi Covid-19 baru dan 4 kematian. Dengan ini totalnya menjadi 659.449 kasus infeksi dan 1.896 kematian. Sejauh ini UEA telah mencatat 637.267 pasien yang berhasil sembuh total.

Program vaksinasi Covid-19 di UEA juga terbilang cukup baik, dengan dosis yang diberikan kini telah lebih dari 16,3 juta di seluruh negeri

Daftar Obat Terapi Covid-19 Tak Lagi Direkomendasikan

Sejumlah obat dinyatakan tak direkomendasi untuk penderita Covid-19. Satu di antaranya adalah obat Azithromycin.

Obat Azithromycin merupakan obat antibiotik yang kerap digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Meningkatnya kasus Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa.

Kini, angka infeksi virus SARS-CoV-2 terhadap anak-anak pun turut diperhitungkan. 

Oleh karenanya, banyak orangtua yang mencoba melakukan usaha terbaik saat menangani anak mereka yang terinfeksi. Satu di antaranya memberikan obat Azithromycin. 

Perlu diketahui jika lima perhimpunan dokter spesialis di Indonesia telah mengeluarkan rekomendasi bahwa obat Azithromycin tidak lagi digunakan dalam standar perawatan pasien Covid-19

Selain itu, aturan terkait Azithromycin tidak digunakan tertuang dalam 'Revisi Protokol Tatalaksana Covid-19' yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Azithromycin adalah salah satu antibiotik.

Penggunaannya adalah untuk mengobati infeksi.

Namun, obat ini masih bisa diberikan pada pasien covid jika terdapat indikasi infeksi bakteri.

Menurut DR dr Anggraini Alam, Sp A (K), awal mula penggunaan obat ini saat Covid-19 muncul pertama kali.

Setelah itu ada satu penelitian dari Prancis dengan 11 pasien

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved