Lawan Covid19
KEMENKES: Pasien Sembuh Covid-19 Menunjukkan Tren yang Baik hingga BOR di Jawa-Bali Relatif Menurun
Kasus konfirmasi harian hari ini pada tanggal 21 Juli pukul 15.00, kata dia, berjumlah sebanyak 33.373 kasus konfirmasi positif.
TRIBUN-MEDAN.com - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh covid-19 dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren yang baik.
Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan serta perbaikan pada laporan kematian yang sebelumnya tidak dilaporkan.
Kasus konfirmasi harian hari ini pada tanggal 21 Juli pukul 15.00, kata dia, berjumlah sebanyak 33.373 kasus konfirmasi positif.
Sementara itu kasus sembuh sebanyak 32.867. Sedangkan angka kematian akibat covid-19 sebesar 383 kematian. Hal tersebut disampaikannya dalam Siaran Pers PPKM di kanal YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu (21/7/2021).
"Kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh menunjukkan tren yang baik dalam beberapa hari terakhir ini," kata Nadia.
Untuk itu ia berharap tren tersebut terus berlanjut seiring diberlakukannya PPKM Level 4. "Semoga tren ini terus berlanjut seiring dengan diberlakukannya PPKM level 4," kata dia.
BOR di Jawa-Bali Relatif Menurun
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan Bed Occupancy Rate (BOR) di seluruh Provinsi di Jawa-Bali relatif menurun sepekan terakhir.
Namun demikian, kata dia, sebagian besar Provinsi di Jawa-Bali masih di level kapasitas respons yang sama.
Hal tersebut disampaikannya dalam Siaran Pers PPKM di kanal YouTube FMB9ID_IKP pada Rabu (21/7/2021).
"Terkait keterisian tempat tidur (BOR) di tiap provinsi relatif menurun walaupun sebagian besar Provinsi di Jawa Bali masih di level kapasitas respons yang sama seperti provinsi DIY, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur," kata Nadia.
Ia merincikan, tingkat keterisian tempat perawatan provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah menurun sampai dengan di bawah 80%.
Dengan demikian, kata dia, kapasitas respons perawatan di dua provinsi tersebut yang semula terbatas menjadi kapasitas yang levelnya sedang.
Sementara itu, lanjut dia, di Provinsi Bali tingkat keterisian tempat perawatan mengalami peningkatan walau masih di bawah 80%.
"Sementara itu provinsi Kalimantan Timur menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa Bali dengan tingkat keterisian di angka 81%," kata Nadia.