Breaking News:

SOSOK Mustaqpirin, Kepala Kejaksaan Negeri Tebingtinggi, Pernah Jadi Cleaning Service

Sepak terjang Mustaqpirin sendiri begitu mengagetkan awal mula menjabat Kajari Tebingtinggi pada tahun 2020.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Mustaqpirin dalam beberapa kegiatan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tebingtinggi 

TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi, Mustaqpirin mendapat amanah baru sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sumatera Barat.

Mustaqpirin bakal naik setingkat dari jabatannya saat ini.

Sepak terjang Mustaqpirin sendiri begitu mengagetkan awal mula menjabat Kajari Tebingtinggi pada tahun 2020.

Ia beserta jajaran menetapkan tersangka Kepala Dinas Pendidikan - Pardamean Siregar dan dua anggotanya atas kasus korupsi buku panduan pendidikan senilai Rp 2,4 miliar.

Baca juga: Kangen Manggung, Lyodra Ginting Nyanyi di Gedung Tinggi, Warganet Salah Fokus Lihat Pemandangan Ini

Sosok Mustaqpirin pun diperhitungkan lantaran mengungkap kasus kepala dinas yang dianggap 'abadi' karena terkesan memimpin Dinas Pendidikan Tebingtinggi selama belasan tahun dan jauh dari bidikan hukum.

Ditemui masih pada momen Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-21, Kamis (22/7/2021), Mustaqpirin mengaku akan merindukan suasana harmonis Kota Tebingtinggi dan teman-teman media sebagai mitra kejaksaan selama ini. 

"Kalian lah media. Media yang saya akan sangat rindukan karena memberi kontrol fungsi kejaksaan. Ini tidak pernah saya dapatkan di tempat lain, di sini banyak diskusinya. Tinggal bagaimana sinergitas selanjutnya bisa terus dipertahankan," kata Mustaqpirin.  

Mustaqpirin mengatakan banyak khazanah yang ia rasakan selama 1,5 tahun di Kota Tebingtinggi.

Yaitu adalah hubungan harmonis antarsuku dan agama - di mana harmonisnya hubungan masyarakat (tidak ada konflik sosial) tentu memberikan dampak positif terhadap pemerintah dalam rangka pelaksanaan program pembangunan.

Baca juga: Video Full KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa Wisuda Akmil 2021, SAH BERPANGKAT LETDA

"Banyak. Budayanya dari campuran Melayu dan Batak tentu menambah khazanah saya memandang kebhinekaan kita. Juga ada beberapa UMKM yang harus mendapat perhatian seperti roti kacang, lemang, karena ini sektor riil ini dapat memberi kesejahteraan masyarakat," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved