Khazanah Islam

Kisah Nabi Sulaiman Raja Segala Makhluk, Jin Hewan dan Angin Dikendalikannya

satu di antaranya diberi anugerah kerajaan oleh Allah berupa kerajaan. Yakni Nabi Sulaiman

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
Ist
Jejak Sejarah Nabi Sulaiman 

Artinya:

"Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala" (QS Saba ayat 12).

Baca juga: 10 Manfaat Membaca Surat Al Waqiah, Surat Rahasia Mengundang Kekayaan Rezeki Melimpah

Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis

Dikisahkan suatu hari, Nabi Sulaiman mengumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari para jin, manusia, dan burung di suatu tempat. Saat memeriksa kawanan burung, Nabi Sulaiman pun melihat burung hud-hud tak ada di tempatnya.

"Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir? Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas," kata Nabi Sulaiman, dalam surat An-Naml ayat 20-21.

{(وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ (20) لأعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لأذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (21)}

Artinya: Dan dia memeriksa burung-burung, lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir? Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang." (An-Naml ayat 20-21)

Tidak lama kemudian, datanglah burung hud-hud langsung memberi kabar dari negeri Saba. Menurut informasi, telah dijumpai seorang perempuan dengan singgasana yang besar bernama Ratu Balqis. Hud-hud menyebut bahwa Ratu Balqis dan pengikutnya merupakan penyembah matahari.

Baca juga: Nabi Samun Al Ghozi alias Samson, Kisahnya Bikin Nabi Muhammad Tersenyum

Mendengar hal tersebut, Nabi Sulaiman tidak langsung percaya pada berita yang disampaikan. Nabi Sulaiman pun memerintahkan burung hud-hud untuk membawa sebuah surat ke Negeri Saba.

Saat mendapati surat itu, Ratu Balqis tampak terkejut dan kebingungan. Setelah mencermati dan memahami isi surat itu, Ratu Balqis mengadakan pertemuan bersama dengan pasukannya untuk membahas atau menanggapi surat Nabi Sulaiman. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Naml ayat 32-35.

{(قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلأ أَفْتُونِي فِي أَمْرِي مَا كُنْتُ قَاطِعَةً أَمْرًا حَتَّى تَشْهَدُونِ (32) قَالُوا نَحْنُ أُولُو قُوَّةٍ وَأُولُو بَأْسٍ شَدِيدٍ وَالأمْرُ إِلَيْكِ فَانْظُرِي مَاذَا تَأْمُرِينَ (33) قَالَتْ إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً وَكَذَلِكَ يَفْعَلُونَ (34) وَإِنِّي مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِمْ بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةٌ بِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُونَ (35) }

Artinya: Berkata dia (Balqis), "Hai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini), aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)." Mereka menjawab, "Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu, maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan. Dia berkata, sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan hina penduduknya yang mulia, dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang dibawa kembali oleh utusan-utusan itu." (QS. An-Naml ayat 32-35) 

Ratu Balqis lalu mengutus anak buahnya untuk mengirimkan hadiah berupa harta benda yang berlimpah. Hadiah tersebut ditolak oleh Nabi Sulaiman dan mengancam akan berperang melawan kerajaan Ratu Balqis jika sang ratu tidak kunjung datang.

Mengetahui Ratu Balqis memenuhi permintaannya, Nabi Sulaiman memerintahkan kepada para pembesarnya untuk membawa istana Ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman.

"Berkata Sulaiman, 'Hai pembesar-pembesar! Siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?".

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved