Pemprov Sumut Peringkat 4 di Indonesia, Ismael Sinaga: Alhamdulilah, Tidak Ditegur Bapak Presiden

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bertengger di peringkat empat dalam rapor penyerapan anggaran semester I Tahun Anggaran  (TA) 2021 secara Nasional.

HO
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat mengikuti rapat di Rumah Dinas belum lama ini.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bertengger di peringkat empat dalam rapor penyerapan anggaran semester I Tahun Anggaran  (TA) 2021 secara Nasional. 

Adapun realisasi penyerapan anggaran yang dicapai Pemprov Sumut berada pada angka 46,09 persen. Atau berada pada peringkat empat secara nasional di bawah Provinsi Lampung peringkat pertama (47,52 persen), kemudian disusul Provinsi Maluku (46,87 persen), dan Provinsi Kalimantan Selatan (46,80 persen). 

Data ini dirilis Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 15 Juli 2021 berdasarkan data persentase realisasi belanja APBD Provinsi se Indonesia TA 2021.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut, Ismael P Sinaga mengaku cukup berbangga terhadap pencapaian tersebut. 

Baca juga: Belanja Pemerintah Pusat di Sumut Masih Rendah, Sekjen Kemenkeu: Perlu Sinergi dan Percepatan

"Alhamdulilah. Sumut tidak termasuk dalam 19 provinsi yang ditegur oleh Bapak Presiden Jokowi karena penyerapan belanja yang rendah. Bahkan Pemprov Sumut termasuk empat besar penyerapan belanja daerahnya. Tentu penyerapan anggaran ini menjadi stimulus terhadap geliat ekonomi di daerah di tengah situasi pandemi Covid-19," ucap Ismael, Jumat (23/7/2021). 

Menurut Ismael, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga mengharapkan pemerintah kabupaten/kota se Sumut mempercepat realisasi anggaran belanja di daerah masing-masing. 

"Bapak Gubernur pada beberapa kesempatan meminta pemerintah kabupaten/kota segera merealisasikan belanja APBD masing-masing, termasuk juga terhadap ADD (Alokasi Dana Desa). Khususnya belanja-belanja yang terkait kepentingan publik, apakah itu untuk insentif tenaga kerja, program-program pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya. Hal itu diharapkan dapat menggeliatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 ini," tambahnya.  (ind/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved