Warga Sebut Angin Dahsyat Seperti Ada Helikopter, Puting Beliung di Sergai Hancurkan Puluhan Rumah

uluhan rumah yang di Kabupaten Serdangbedagai mengalami kerusakan karena diterpa angin puting beliung pada, Kamis (23/7/2021) sore.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Kondisi rumah Ernawati, warga Dusun VII, Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, setelah diterpa angin kencang, Jumat (23/7/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Puluhan rumah yang di Kabupaten Serdangbedagai mengalami kerusakan karena diterpa angin puting beliung pada, Kamis (23/7/2021) sore.

Warga yang menjadi korban, Ernawati menceritakan awal kronologis kejadian angin puting beliung yang menerpa rumahnya.

"Pada saat itu kami semua tidak ada di rumah. Kebetulan saya lagi mencari bambu, dan suami lagi mencari makan ternak. Hancur rumah saya ini di bagian dapur dan baru ke bagian depan. Hancur semua enggak ada yang bisa diselamatkan," ujar Ernawati, Jumat (23/7/2021).

Lanjut wanita yang kerap disapa Erna, elektronik seperti kulkas mengalami kerusakan. Bahkan TV  yang ada di dalam rumah juga terjatuh ke lantai.

"Itu kejadiannya jam 16.30 WIB, Kamis (23/7/2021). Tidak ada korban jiwa. Yang jelasnya di dekat saya tinggal ini ada dua rumah. Yang paling parah rumah saya dan satu unit kios," ujar Ernawati.

"Pada saat kejadian angin kencang itu, saya sudah berpikir dan berfirasat bagaimana dengan kondisi rumah. Karena saya juga pada saat itu sedang berjalan menuju pulang ke rumah sehabis mencari bambu. Di jalan anginnya kencang kali, saya sempat berpikir ini bunyi angin atau helikopter," sambungnya. 

Erna pun mendapat kabar bahwa atap milik rumahnya ambruk dari tetangganya saat ia baru pulang mencari bambu.

"Saya terkejut begitu sampai rumah. Tadi malam saya ngungsi ke rumah tetangga," ujar Erna.

Herna mengatakan pemerintah sudah memberi bantuan berupa broti dan seng. 

"Sisanya ini kami bingung bagaimana cara mencarinya, sedangkan kami hanya petani biasa," ujar Ernawati Tanjung.

Puluhan rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.

Angin kencang disertai hujan tersebut terjadi di Kecamatan Tebingtinggi, Kecamatan Sipispis, Kecamatan Serbajadi, Kecamatan Dolok Masihul, dan di Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

"Terjadi curah hujan tinggi disertai angin kencang, yang berdampak rusaknya rumah penduduk dan gedung fasilitas umum," ucap Kepala BPBD Serdang Bedagai, Henry Suharto.

Disetiap kecamatan yang terdampak angin kencang, jumlah rumah yang mengalami kerusakan berbeda-beda. Henry mengatakan, pada Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Kutabaru, Dusun VII, terdapat empat rumah yang mengalami kerusakan, dan satu unit bangunan sekolah dasar.

Kecamatan Sipispis terdapat 15 rumah dan fasilitas umum satu unit puskesmas. Di Desa Serbananti, terdapat empat rumah dan fasilitas umum gardu wakaf. Sedangkan, di Desa Sipispis terdapat dua rumah. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved