Atensi Pengacara 30 Miliar Hotman Paris soal Heboh Warga Kena Covid-19 Diikat dan Diseret di Toba
Beredar viral di media sosial tayangan video yang mempertontonkan seorang pria yang disebut pasien Covid-19 dianiaya sejumlah warga.
TRIBUN-MEDAN.com - Beredar viral di media sosial tayangan video yang mempertontonkan seorang pria yang disebut pasien Covid-19 dianiaya sejumlah warga.
Pasien covid-19 yang belakangan diketahui bernama Salamat Sianipar (45) tersebut, diikat dan diseret oleh sejumlah orang.
Video tersebut awalnya dibagikan Jhosua Lubis yang mengaku sebagai keponakan Salamat Sianipar warga Desa Sianipar Bulu Silape Kecamatan Silaen Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Kejadian ini turut mendapat atensi pengacara Hotman Paris Hutapea.
Pengacara 30 miliar itu mempertanyakan kebenaran video tersebut. Selain itu, Hotman Paris mendesak aparatur segera menindaklanjuti video viral tersebut.
"Apa benar kejadian ini????Ampun! Hai Kepala Desa, Camat, Bupati, Kapolsek & Kapolres : berbuatlah sesuatu! Agar semua media memberitakan ini agar jangan terulang! Kapolres: sidik semua pelakunya! Ada vidio penyiksaan tapi ngak tega aku posting," tulis Hotman Paris di Instagram.
Baca juga: Pasien Covid-19 Dipukuli, Risma Sitorus: Suamiku Mau Tularkan Covid-19
Kemudian, Hotman Paris mengunggah video terbaru terkait pernyataan Kepala Desa setempat.
"Tdk mau isomad?? Kasus di Silaen , Tobasa! Apakah korban dianiaya atau korban yg positip korona tidak mau isoman??" tulis Hotman Paris dalam keterangan video yang diunggahnya.
Postingan Hotman Paris menyedot perhatian netizen dan menuai ragam komentar. Dikutip Tribun-Medan.com postingan itu sudah ditonton 357 ribu kali dan dikomentari oleh ratusan netizen.
Sementara itu, Jhosua Lubis bercerita dalam postingannya tentang peristiwa yang dialami Salamat Sianipar.
Menurut Jhosua Lubis, dokter menyuruh Salamat Sianipar untuk menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun, menurut Jhosua Lubis, masyarakat setempat tak menerimanya.
"Akhirnya dia dijauhkan dari kampung bulu silape. Dia kembali lagi ke rumahnya tetapi masyarakat tidak terima. Malah masyarakat mengikat dan memukuli dia. Seperti hewan dan tidak ada rasa manusiawi." tulis Jhosua Lubis.
Dalam video yang diposting, tampak Salamat Sianipar dalam kondisi diikat. Ia juga diseret dan dipukuli oleh sejumlah orang menggunakan kayu panjang.
Jhosua mengabarkan kembali bahwa pamannya ditemukan dalam kondisi yang depresi dan takut pasca kejadian tersebut.
“Setelah tulang (paman) saya melarikan diri dari Kejadian Hari Kamis, Tanggal 22 Juli 2021. Puji Tuhan, Tulang saya tadi siang ditemukan oleh organisasi PBB Tobasa di Sawah Daerah Lewat Sipitupitu. Dengan kondisi yang depresi dan takut untuk bertemu dengan orang-orang sekitar dikarenakan kejadian sebelumnya. Kami pihak keluarga meminta keadilan dituntut seadil-adilnya untuk para pelaku!" tulis Jhosua Lubis di akun Instagramnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hotman-paris-hotman-paris-dsad.jpg)