Update Covid 19 di Medan

KASUS Covid 19 di Medan Melonjak Tajam, Ketua IDI Minta PPKM Dievaluasi

Teranyar pada Jumat (23/7/2021) lalu, jumlah kasus menembus 600 kasus yakni 675 kasus konfirmasi dalam satu hari.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Kuliner Malam melakukan aksi pasang bendera putih di Pajak Kedan MMTC, Jalan Williem Iskandar, Medan, Sabtu (24/7/2021). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di kota Medan yang dinilai merugikan pedagang. 

Kasus Covid-19 di Medan Melonjak Tajam, Ketua IDI Minta PPKM Dievaluasi, 'Jangan Sampai Rakyat Kelaparan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan terus meningkat tajam.

Teranyar pada Jumat (23/7/2021) lalu, jumlah kasus menembus 600 kasus yakni 675 kasus konfirmasi dalam satu hari.

Sementara pada Sabtu (24/7/2021) jumlah kasus menurun menjadi 540 kasus konfirmasi, angka kesembuhan meningkat 202 per hari, dan angka kematian nihil.

Menanggapi hal ini, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna Sp, THT-KL mengatakan peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi memiliki faktor penyebab yang cukup kompleks.

"Kita kan enggak bisa kembali ke awal lagi. Karena memang sebenarnya sejak awal yang harus dijaga itu pintu masuk ke Indonesia. Baik bandara, pelabuhan dan segala macam kan gitu," ujar Wijaya kepada tribun-medan.com, Minggu (25/7/2021).

Menurut Wijaya, dengan kondisi saat ini tidak lagi bisa dikembalikan kepada saat semula awal Covid-19 masuk ke Indonesia.

"Kalau dia (virus) sudah masuk tentu mudah menyebar. Apapun teknis mau PPKM tidak bisa mengurangi kasus. Menurut saya PPKM memang efektif mencegah kerumunan tapi tidak serta merta langsung menurunkan kasus," ungkap Wijaya.

Dikatakannya, yang seharusnya dari awal dilakukan oleh pemerintah adalah menjaga pintu masuk di perbatasan-perbatasan.

"Tapi kita enggak bisa lagi mundur ke belakang. Seharusnya pintu-pintu masuk negara harus dijaga, sistem karantina diperbaiki. Karena virus ini cepat berkembang dan mutasi,"

"Walau sudah PPKM, tapi ini kan cerita PPKM sekarang. Sementara virus sudah berkembang," ucapnya.

Ia juga mengatakan, faktor lainnya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang belum tentu terdeteksi keseluruhan. Hal ini yang menjadi penyebab penularan kasus meningkat.

"OTG tidak serta merta testing dan ini mereka sudah menyebar. Jadi bukan PPKM yang meningkatkan kasus. Dilakukan atau tidak PPKM ya virus ini sudah ada di mana-mana," katanya.

Wijaya berharap, meskipun terjadi peningkatan kasus didominasi oleh OTG dan yang bergejala ringan.

Ia juga menekankan penerapan protokol kesehatan tetap wajib dijalankan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved