News Video

Pasien Covid-19 Dipukuli, Risma Sitorus: Suamiku Mau Tularkan Covid-19

Istri Selamat Sianipar, Risma Sitorus, menjelaskan alasan warga Desa Pardomuan bersikap brutal kepada suaminya

Tayang:

"Dengan menggunakan kayu dan bambu sebagai upaya menjaga jarak agat tidak tertular Covid-19 cara saya bersama warga untuk mengamankan Selamat Sianipar," ujarnya.

Dipaksa Isolasi di Hutan

Keponakan korban, Jhosua Lubis saat dikonfirmasi membenarkan tindakan keji yang dilakukan warga tersebut.

Kejadian berawal saat sang paman bersama rekan kerjanya di bengkel dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Lantaran saat itu korban hanya bergejala ringan, oleh petugas kesehatan diminta melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Karena gejala ringan, jadi dianjurkan petugas kesehatan untuk isolasi mandiri di rumah. Dan tulang (paman) saya menurutinya," ujar Jhosua.

Namun, saat hendak isoman di rumah itu pamannya didatangi perangkat desa dan warga sekitar.

Korban dipaksa melakukan isoman di dalam hutan yang letaknya jauh dari desa.

Setelah beberapa hari melakukan isoman di hutan, pamannya tidak tahan hingga diduga mengalami depresi.

Akhirnya, pamannya pulang ke rumah untuk melanjutkan isolasi mandiri.

Tapi karena depresi, sang paman justru diamuk warga.

"Tulang saya sempat dijauhkan dan dibuat di gubuk di dalam hutan. Rupanya dia tidak tahan dan depresi, makanya kembali ke rumah. Nah, saat itulah masyarakat setempat datang dan memaksa tulang saya dan terjadilah aksi yang sangat tidak manusiawi itu," kata Jhosua.

"Saya sangat miris sekali. Makanya saya posting di Instagram biar ada keadilan buat tulang saya. Dan ini harus diproses secara hukum," pungkasnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved