Meninggal Tahun 2009, Nama Akidi Tio Kini Viral Setelah Beri Sumbangan Uang Rp 2 Triliun
Nama Akidi Tio mendadak jadi topik perbicangan banyak pihak setelah secara mengejutkan mendonasikan uang sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan covid
TRIBUN-MEDAN.com - Nama Akidi Tio mendadak jadi topik perbicangan banyak pihak setelah secara mengejutkan mendonasikan uang sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).
Sosok Akidi Tio telah meninggal dunia pada 2009 silam dan dimakamkan di Palembang, Sumsel. Almarhum Akidi Tio disebut-sebut sebagai pengusaha asal Aceh, tepatnya di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur.
Sebelumnya, nama Akidi Tio hampir tak pernah dikenal publik sebagai sosok yang masuk dalam jajaran orang kaya di Tanah Air. Apalagi, Akidi Tio telah meninggal dunia pada 2009 silam.
Namun, pada Senin (27/7/2021) kemarin, nama Akidi Tio menjadi viral dan menyedot perhatian semua pihak lewat bantuan Rp 2 triliun.
Keluarga Akidi Tio menyerahkan bantuan uang Rp 2 triliun untuk penanganan covid-19, yang diamanahkan kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.
Bantuan tersebut secara simbolis disampaikan oleh Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio , didampingi Direktur Utama RS RK Charitas Palembang Prof dr Hardi Darmawan kepada Polda Sumsel, Senin (26/7/2021).
Hardi Darmawan menyampaikan dirinya adalah dokter keluarga Akidi Tio semasa hidup di Palembang.
"Kalau saya mengenal Akidi Tio sudah 36 tahun, karena saya dokter pribadinya. Terakhir saya ketemu beliau tahun 2009. Beliau wafat tahun 2009 dan dimakamkan di Palembang," ungkapnya.

Hardi mengatakan, dia semula mendapatkan telepon dari salah satu anak Akidi. Hardi diminta untuk menyerahkan bantuan Rp 2 triliun kepada warga Sumsel. Keluarga Akidi juga berpesan agar dana itu diamanahkan ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri.
"Awalnya saya mengira telepon itu panggilan saya sebagai dokter, karena sudah 48 tahun saya dokter keluarga almarhum bapak Akidi. Ternyata diminta untuk menyerahkan bantuan Rp 2 triliun ke Kapolda Sumsel untuk warga Sumsel yang terdampak PPKM," kata Hardi
"Awalnya keluarga Akidi Tio ingin menyerahkan bantuannya melalui saya saja. Namun saya bilang harus transparan," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan diberikan langsung oleh keluarga Akidi Tio supaya publik tahu dan bisa memberikan inspirasi serta dorongan kepada yang lain, agar dermawan juga dimasa kesulitan seperti ini.
Ia menjelaskan, selama pandemi Covid-19, keluarga Akidi memang sering memberikan bantuan ke panti jompo serta warga yang terdampak Covid-19 di Sumsel.
Timbulnya rasa kepedulian itu, lantaran almarhum Akidi Tio sebelumnya pernah tinggal di Palembang.
"Semasa hidupnya almarhum Akidi Tio selalu berpesan kepada anak dan cicitnya untuk memberikan kepedulian kepada sesama. Semua anak almarhum menjadi pengusaha, amanah inilah yang diteruskan oleh anak-anaknya," ujarnya.