Breaking News:

PENJELASAN Bobby Nasution Soal Lapangan Merdeka Kota Medan, Jalan Rusak dan Masyarakat Miskin

Wali Kota Medan, Bobby Nasution menjelaskan tentang Lapangan Merdeka, Kota Medan. Penjelasan itu disampaikan saat sidang paripurna DPRD Kota Medan.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan nota pengantar ranperda pedagang kaki lima di sidang paripurna DPRD Kota Medan, Senin (19/7/2021). Dalam sidang itu, ia menyampaikan akan menata keindahan Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution menjelaskan tentang Lapangan Merdeka, Kota Medan. Penjelasan itu disampaikan saat sidang paripurna DPRD Kota Medan. Kala itu, sedang pembahasan Ranperda tentang Perubahan Perda Kota Medan Nomor 13 Tahun 2011 tentang RTRW Kota 2021-2031. 

Kemudian, mengubah rencana pemanfaatan ruang Lapangan Merdeka dari ruang terbuka non hijau menjadi ruang terbuka hijau. Karena itu, ia bilang Lapangan Merdeka Medan merupakan bagian dari delineasi kawasan Kesawan Medan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. 

"Selanjutnya terhadap kawasan ini telah atau akan dilakukan pemutakhiran terhadap konsep penataan kawasan Lapangan Merdeka dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang selanjutnya ditetapkan melalui peraturan walikota," ucapnya dalam sidang yang turut dihadiri Wakil Wali Kota, Aulia Rachman, segenap pimpinan OPD dan legislator tersebut.

Selain itu, kata Bobby Nasution, peningkatan kuantitas RTH dilakukan melalui pengadaan lahan serta serah terima fasilitas sosial RTH dari perumahan untuk memenuhi proporsi dan sebaran RTH sebesar 20 persen sesuai rencana pola ruang RTRW Kota Medan. 

Tidak hanya itu, ia juga membeberkan rencana perbaikan jalan selama dua tahun. Pemko Medan melakukan program penyelenggaraan jalan dengan total pagu anggaran tahun 2021 sebesar 272,5 miliar. Dan, rencana anggaran Rp 144 miliar pada tahun 2022. Selanjutnya, pada rencana anggaran 2023 berkisar Rp 196 miliar. 

"Rencana dengan kegiatan penyelenggaraan jalan dengan sub kegiatan, rehabilitasi jalan, rekonstruksi jalan, pemeliharaan berkala jalan dan pemeliharaan rutin jalan, serta patching jalan yang cukup intens dilakukan secara berkala di Kota Medan. Lalu,  termasuk kegiatan pengaspalan jalan rusak, sehingga kami yakin dalam dua tahun ke depan keseluruhan jalan kota dalam kondisi mantap atau 100 % serta tidak ada lagi jalan berlubang sesuai dengan misi Wali Kota Medan yaitu medan bersih, cantik, tanpa lubang, Medan Bercabang" ujarnya. 

Terkait kondisi saluran drainase agar berfungsi dengan baik, Bobby Nasution mengungkapkan, Pemko Medan mewujudkannya melalui program pengelolaan dan pengembangan sistem drainase dengan total pagu anggaran program pengelolaan. 

Dan pengembangan sistem drainase pada tahun 2021 sebesar Rp 124,2 miliar, rencana anggaran Rp 479,9 miliar pada tahun 2022, dan rencana anggaran Rp 585,5 miliar pada tahun 2023 dengan kegiatan pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai dalam daerah kabupaten/kota.

"Saat ini Dinas PU Medan telah melakukan pekerjaan pengorekan parit/drainase yang ada di seluruh wilayah Medan secara bertahap dengan membersihkan saluran drainase/parit dari sedimen dan sampah yang menumpuk pada saluran drainase sehingga akan mereduksi genangan yang terjadi ketika intensitas curah hujan meningka t," papar Bobby Nas

Menanggapi pertanyaan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera terkait strategi Pemko Medan dalam dokumen RPJMD yang mengutamakan penyelesaian persoalan angka kemiskinan dan gini ratio, Bobby Nasution menuturkan, Pemko Medan melakukan pemberian bantuan terhadap daerah rawan pangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved