Breaking News:

HEBOH Kasus Juliari Batubara, Pemerintah tak Kapok Salurkan Bansos Sembako, Faisal Basri Heran

Penyaluran Bantuan sosial (Bansos) non tunai atau sembako pemerintah lagi-lagi menuai kritik.

Editor: Salomo Tarigan
Kolase Tribun Jateng
Faisal Basri dan Presiden Joko Widodo. 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyaluran Bantuan sosial (Bansos) non tunai atau sembako pemerintah lagi-lagi menuai kritik.

Dikhawatirkan bansos nontunai jadi ladang korupsi oknum pejabat.

Bahkan, Menteri Sosial yang kala itu dijabat Juliari Batubara terlibat korupsi, dan kini jadi tahanan KPK.

Ekonom sekaligus politikus senior, Faisal Basri, ikut buka suara menanggapi pemberian bantuan sosial (bansos) oleh pemerintah dalam bentuk bantuan pangan non tunai atau sembako.

Menurut Faisal, pemberian bansos sembako tidak efektif dan justru membuat repot banyak pihak.

Ia pun menyinggung bantuan sembako rawan menjadi alat korupsi seperti yang sudah terjadi dalam kasus mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

"Kalau pakai barang, tambah lama tambah repot, dikorupsi, tercecer, 20 persen habis untuk logistik, jadi tidak utuh," kata Faisal, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Kamis (29/7/2021).

Faisal mengaku heran mengapa pemerintah yang tidak kapok memberi bantuan dalam bentuk paket sembako.

Padahal, kasus korupsi yang menjerat Juliari Batubara sudah menjadi contoh nyata yang patut dihindari.

 
Ia juga turut menyayangkan Juliari hanya divonis 11 tahun penjara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved