Berawal dari Bantu Teman Isolasi, Gerakan Siantar Peduli Isoman Kini Meluas
Niat membantu teman yang tengah menjalani isolasi mandiri menjadi cikal bakal terbentuknya Gerakan Siantar Peduli Isoman.
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Niat membantu teman yang tengah menjalani isolasi mandiri menjadi cikal bakal terbentuknya Gerakan Siantar Peduli Isoman.
Sebuah komunitas yang menjadi ladang amal para dermawan dan relawan untuk berbagi, menolong sesama yang berjuang melawan virus Corona.
Gerakan Siantar Peduli Isoman ini tak disadari terus membesar, bahkan tak hanya melibatkan pendirinya yang berlatar jurnalis, pekerja kreatif, dan mahasiswa. Turut bergabung beberapa profesi lainnya seperti dokter dan pengusaha.
Tigor Munte, bisa dibilang sebagai orang yang mengawali pembentukan Gerakan Siantar Peduli Isoman. Kepada Tribun Medan, Sabtu (31/7/2021) sore, mengatakan semua mengalir begitu saja.
"Gerakan Siantar Peduli Isoman terbentuk dua hari lalu persisnya. Semula saya, Roselina dan Johan Lumbangaol. Keduanya ini pekerja kreatif yang biasa mengadakan konser di Siantar," kata Tigor.
Tigor yang dikenal sebagai jurnalis senior di Kota Pematangsiantar ini bercerita, mulanya dirinya mem-posting status di FB tentang keluhan dua warga yang menjalani isolasi mandiri. Kedua warga itu merasa kurang mendapat perhatian oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Warga tersebut, ujar Tigor membutuhkan bantuan obat-obatan di tengah aktivitasnya mengisolasi diri.
Dari postingan tersebut, Tigor kemudian mendapat respon kedua temannya, Roselina dan Johan. Mereka kemudian saling bertukar informasi melalui pesan WhatsApp.
"Johan langsung buat grup WA, berisi saya, Roselina, dan Hexa Hutapea (Ketua GMNI Pematangsiantar). Rose lempar ide buat saja komunitas, terus saya usulkan namanya Siantar Peduli Isoman," ujar Tigor.
Sepakat dengan nama yang diusulkan Tigor, komunitas amal tersebut pun bergerak dengan support orang-orang terdekat. Penyaluran dan penerimaan donasi digerakkan oleh Hexa Hutapea dibantu teman-teman dari GMNI Pematangsiantar.
Meski dua hari terbentuk, bantuan dan masyarakat berbagai latar belakang berdatangan. Mereka menyumbangkan makanan seperti mi instan, telur, minuman, vitamin, uang, dan lain sebagainya.
"Kita undang di dalam grup WhatsApp itu dokter yang merawat Covid-19 sehingga bisa saling sharing dan caring," kata Tigor.
Penyaluran bantuan kemudian dilakukan secara door to door ke rumah warga yang menjalani isolasi mandiri. Relawan Siantar Peduli Isoman turut melengkapi diri dengan APD dengan tak jarang didampingi pihak Bhabinkamtibmas.
"Tapi hari ini Jaket (platform pengiriman barang buatan anak Siantar ikut membantu," ujar Tigor yang bersyukur dengan bantuan banyaknya orang baik di Kota Pematangsiantar.
Hexa Hutapea menyebut sejauh ini sudah ada 46-an rumah warga isoman yang disalurkan bekal. Banyak terima kasih yang ia ucapkan kepada teman teman GMNI Pematangsiantar yang memiliki semangat juang dan berani melawan Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gerakan-siantar-peduli-isoman-juli-2021.jpg)