Kisah Pilu Pasien Isoman Meninggal di Medan, 4 Jam Tergeletak di Teras, Warga Tak Berani Mendekat
Seorang warga Medan bernama J Sinaga ditemukan tergeletak di teras rumahnya di Perumahan Griya Kencana, Jalan Petunia, Kelurahan Namu Gajah
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com - Korban jiwa pasien isolasi mandiri (isoman) Covid-19 bertambah lagi.
Kali ini peristiwa memilukan ini terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Seorang warga Medan bernama J Sinaga ditemukan tergeletak di teras rumahnya di Perumahan Griya Kencana, Jalan Petunia, Kelurahan Namu Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan.
Almarhum J Sinaga berusia 50 tahun, dan diketahui menjalani isolasi mandiri di rumah orangtuanya.
Informasi yang dihimpun Tribun Medan, berdasarkan video yang viral yang beredar terlihat sesosok jenazah berbaju cokelat dengan masker putih telah tergeletak di dekat pagar rumah.
Terlihat puluhan warga perumahan hanya berani melihat dari kejauhan. Tadk ada yang berani mendekat.
Baca juga: Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Isolasi di Eks Hotel Soechi
Baca juga: Kasus Covid-19 di Medan Meningkat, Isolasi Mandiri Untuk OTG Dapat Dilakukan di Gedung P4TK
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (30/7/2021) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Hingga akhirnya, berselang 4 jam sekitar pukul 13.00 WIB, terdapat beberapa warga mengevakuasi jenazah dengan meminjam baju APD yang digunakan tim medis.
Lalu keempat orang tersebut mengangkat jenazah ke dalam peti jenazah.
Selanjutnya, pelayan dari gereja sempat membuat acara kebaktian pemakaman dan diakhiri dengan doa bersama.
Jenazah J Sinaga kemudian dibawa menuju RSUP Haji Adam Malik menggunakan ambulans setelah dihubungi pihak keluarga korban.
Saat dikonfirmasi, Plt Camat Medan Tuntungan, Harry Tarihan membenarkan kabar tersebut.
Ia mengatakan, warga yang meninggal merupakan pasien isolasi mandiri Covid-19.
"Oh iya-iya ada (jasad). Jadi begini, dia isolasi mandiri, kita tetap pantau, pihak puskesmas dan ibu kepling," kata Harry, Sabtu (31/7/2021).
Baca juga: Update Covid-19 Di Sumut Hari Ini, Bertambah 1.417 Kasus
Baca juga: SETELAH HEBOH Pasien Isoman Covid-19 Dipukuli Warga, DPR Tegur Bupati Toba, Toh Ada Anggaran
Ia membeberkan bahwa hasil swab antigen J Sinaga positif sejak 5 hari lalu. Namun, untuk hasil swab PCR belum diterima pihak kecamatan.
"Hasil swabnya 5 hari lalu antigen itu sudah reaktif. Hasil swabnya kabarnya sudah keluar sore ini, coba nanti saya mintakan dari Dinas Kesehatan," tuturnya.
Ia menyebutkan bahwa J Sinaga sebenarnya bukan warga Kecamatan Medan Tuntungan.
Ia merupakan warga Kecamatan Medan Baru yang isolasi mandiri di rumah orangtuanya di kawasan Medan Tuntungan.
"Pasiennya itu marga Sinaga, sebenarnya bukan warga kita. Dia warga Kelurahan Titi Rante Kecamatan Medan Baru tapi isolasinya di rumah orang tuanya. Tapi tetap kita perhatikan, karena kita perintahkan kepada ibu kepala lingkungan Ibu Rose, tetap siapapun yang ada di wilayah kita harus diperhatikan," bebernya.
Kematian pasien isolasi mandiri ini awalnya diketahui saat Kepling bernama Rose mengecek makanan dari pasien yang belum dimakan pada Jumat (30/7/2021).
"Semalam sebelum meninggal sempat dikasih bubur, terus waktu ibu keplingnya ngecek. Ini bubur kok belum dimakan. Rupanya karena banyak juga warga di situ, dia bingung kok ada warga tergeletak. Jadi dilihat rupanya sudah meninggal di teras rumahnya. Itu sekitar pukul 9 pagi," ujarnya.
Harry membeberkan setelah meninggal, petugas Dinas Kesehatan langsung membawa korban ke pemulasaraan Covid-19 yang ada di TPU khusus Covid-19 di Simalingkar B, Medan Tuntungan.
"Petugas kita dari dinas kesehatan, kecamatan, polisi sama koramil langsung datang. Jenazah dikuburkan di pemakaman khusus covid. Jadi itu prosesnya sangat cepat," tuturnya.
Baca juga: Warga Lingkungan VI Kelurahan Indra Kasih Keluhkan Bansos Covid-19, Hanya Terima Bantuan Beras 5 Kg
Ia menyebutkan bahwa almarhum sempat menolak untuk dirawat di rumah sakit.
"Jadi disarankan ke rumah sakit dia pun enggak mau. “Ya udah bu saya masih sehat kok” gitu katanya, jadi tetap kita kasih sembako semua," bebernya.
Saat ini, Harry enggan memastikan penyebab korban meninggal sebelum hasil swab PCR keluar.
"Kita belum bisa pastikan meninggal karena Covid-19, entah jatuh atau apa. Yang bisa menyebutkan dia pasien Covid-19 dari dinas kesehatan," pungkasnya.
(vic/tribunmedan.com)