TRIBUNWIKI
Mengenal Proses Pendirian Rumah Batak Serta Struktur Pentingnya
Dalam pembangunan Ruma Bolon, didapati struktur-struktur serta cara mendirikan rumah yang tak mengenal pondasi ini.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-Rumah adat bagi Etnik Batak Toba merupakan kekayaan yang tak ternilai, dan suatu kebanggan tersendiri bila masih memikiki dan tinggal di rumah Adat Batak Toba.
Rumah adat Batak Toba memiliki struktur dan bagian-bagian serta istilahnya berdasarkan pengertiannya.
Harian Tribun Medan kali ini memaparkan hasil wawancara dengan seorang mahasiswa Teknik Arsitektur Institut Teknologi (ITM) Medan Asal Samosir, Sintong Sihombing.
Sintong sudah meneliti di beberapa wilayah tentang rumah adat Batak Toba.
Dalam pembangunan Ruma Bolon, didapati struktur-struktur serta cara mendirikan rumah yang tak mengenal pondasi ini.
Meski tak mengenal pondasi, rumah bolon tetap berdiri kokoh dan tahan gempa.
Rumah adat Batak tidak memikiki struktur yang tertancap ke dalam tanah seperti pondasi rumah-rumah beton.
Rumah Batak kaki-kakinya dirikan di atas batu setelah pembangunan rumah selesai.
Baca juga: Berani Ungkap Tarif per Jamnya, Lucinta Luna Ngaku Pernah Lakukan Ini Demi Permak Wajah & Tubuhnya
Sebelum mendirikan bangunan pertama sekali digelar acara mangontang tukkang (memanggil tukang) guna mencari biaya.
Termasuk mempersiapkan material dari hutan oleh pemilik.
Kemudian tulang melakukan pemahatan arau martuhil pada tiang dan seluruh konstruksi yang akan dipasang.
Rassang lalu dipasang pada sebelah kanan dan kiri dan dilakukan ritual palolohon (mendirikan) dan warga kampung diundang untuk hajatan.
Bersamaan dengan itu, didirikan pemasangan rassang (kaki-kaki) secara keseluruhan dan pemasangan sumban (kayu penutup pada tiang atas).
Kemudian didirikan tangga ruma nolon di sebelah depan tepat di pertengahan badan rumah.
Uniknya, tidak ada pennggunaan paku dalam meyambungkan tiang yang saru ke tiang yang lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rumah-adat-batak-di-istana-raja-sisingamangaraja-xii-di-bakkara.jpg)