Warga Jalan Jala Raya Keluhkan Jalan yang Baru Ditimbun Sirtu Sudah Berlubang Lagi

Selain menimbulkan genangan air, lubang tersebut juga kerap sekali membuat para pengendara jatuh.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN/ALMAZMUR SIAHAAN
Kondisi Jalan Jaya Raya, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, yang baru dua hari ditimbun pasir dan batu (sirtu) ternyata sudah berlubang lagi. Warga berharap segera diaspal, Minggu (1/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Sebagian besar warga di Jalan Jala Raya, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan mengeluhkan kondisi Jalan Jaya Raya yang baru dua hari ditimbun pasir dan batu (sirtu) ternyata sudah berlubang lagi.

Baca juga: Video Rekaman Luna Maya Durasi 16 Detik Buat Heboh, Mantan Ariel NOAH Pede Pamer Aksi Lincahnya

Salah satu warga, Efendi Waruwu mengatakan, jalan tersebut ditimbun hari Jumat (30/7/2021) lalu. Kemudian rusak kembali akibat datangnya hujan deras dan banyaknya kendaraan yang lewat.

Ia dan warga lainnya takut jalan tersebut hanya ditimbun sirtu dan tidak diaspal, seperti kondisi sebelumnya.

"Ini disirtu saja, enggak diaspal, hujan datang, habislah ini. Sebelum lebaran pernah juga dikasih sirtu, rupanya setelah itu enggak diaspal, kan sama saja berlubang lagi," ujar Efendi, Minggu (1/8/2021).

Dikatakannya, sebelum jalan tersebut ditimbun dengan sirtu, kondisi jalan rusak parah. Banyak lubang-lubang besar yang membuat banyak genangan air saat hujan datang.

Selain menimbulkan genangan air, lubang tersebut juga kerap sekali membuat para pengendara jatuh.

"Kalau jatuh sudah bolak-balik, bapak-bapak, ibu-ibu, tiba-tiba jatuh karena menghindari lubang itu, ada juga yang menabrak lubang itu. Kalau jatuh sudah banyak lah sebelum ditaruh siRtu ini.

Sudah dikasih sirtu begini pun tetap saja bahaya itu, karena itu juga kan licin, jadi bisa saja orang jatuh kalau tidak hati-hati lewat dari situ," katanya.

Baca juga: Sosok Slamet Riyadi yang Namanya Dijadikan Gereja Katolik di Akademi Militer Magelang

Warga lainnya, Gunawan mengatakan hal serupa, menurutnya jika jalan tersebut tidak segera diaspal, maka akan kembali rusak parah seperti kondisi sebelumnya.

"Baru 2 hari ditimbun, tengoklah sudah berlubang lagi. Kalau enggak cepat ini diaspal, balek rusak lagilah kayak sebelumnya, enggak akan bertahan lama ini.

Kita lihat sajalah diaspal atau enggak, karena sebelumnya pun begitu, dikasih sirtu tapi enggak diaspal, kan sama saja," kata Gunawan.

Efendi menambahkan, sebelum jalan tersebut ditimbun dengan sirtu, sering sekali air tergenang di sekitar depan rumahnya.

Sehingga ia dan tetangganya pun harus membuat aliran pembuangan air dari jalan ke drainase.

Baca juga: BERITA FOTO Eks Hotel Soechi Resmi Difungsikan Sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Medan

"Paling parahnya di depan rumah kami ini, karena kalau hujan kan airnya tergenang, makanya ini saya dan tetangga buat aliran pembuangan ke parit ini, harusnya kan pemerintah yang buat itu. Saya korek sendiri, orang sebelah ini besar dibuat, dibeton mereka itu pembuangannya," jelasnya.

Ia pun menyarankan sebaiknya jalan tersebut dibeton agar ketahanannya lebih lama dan kuat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved