Breaking News:

Guru Mengaji di Lubukpakam Cabuli Siswinya Selama 6 Bulan, LPA Deliserdang: Hukumannya Lebih Tinggi

Pernyataan AS (28 tahun) bahwa hubungan seks yang dilakukan berdasarkan dasar suka sama suka tidak dapat diterima.

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa | Editor: Liston Damanik
Shutterstock/Mita Stock Images
ILUSTRASI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lembaga Perlindungan Anak Deliserdang akan mengadvokasi anak di bawah usia 18 tahun yang dicabuli oleh guru mengajinya, AS, di Lubukpakam.

Ketua LPA Deliserdang Junaidi Malik mengatakan, pernyataan AS (28 tahun) bahwa hubungan seks yang dilakukan berdasarkan dasar suka sama suka tidak dapat diterima.

"Kejahatan seksual terhadap anak tidak ada toleransi. Tidak ada anggapan ini kasus biasa. Kami mengutuk keras perbuatan pelaku. Kami tentunya meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan atau menerapkan ancaman hukuman maksimal sesuai perundang-undangan. Bahkan jika benar ia oknum guru maka akan ditambah 1/3 dari tuntutan," ujarnya, Senin (2/8/2021).

Kepala Desa Sekip Sumardi mengatakan, korban masih berusia 17 tahun.

Pelaku telah diserahkan oleh kepala dusun dan keluarga korban ke Polresta Deliserdang pada Minggu, (1/8/2021) malam.

Sebelumnya, kata Sumardi, pelaku diinterogasi oleh warga dan keluarga korban.

AS mengakui sudah menyetubuhi muridnya itu.

"Orangtua korban kesal, karena saat ditanyai dia bilang melakukan perbuatan itu karena yang perempuan (korban) yang mengajak (untuk berhubungan seks)," kata Sumardi, Senin (2/8/2021).

Sumardi mengatakan, AS mengaku telah berhubungan seks dengan korban sejak enam bulan terakhir.

Saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini.

Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus mengatakan, pihaknya masih memeriksa para saksi.

"Belum (ditetapkan tersangka). Dia masih kita periksa dan kita periksa juga saksi-saksi," kata . (mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved