Hamid Awaludin Tanggapi Sumbangan Akidi Tio: Dari Awal Tak Masuk Akal, Berhari-hari Nggak Cair

Hawid Awaludin, mantan Menkumham buka suara terkait fenomena bantuan Rp 2 triliun dari Akidi Tio ini.

Tayang:
Kolase Tribun Medan/IST
Hawid Awaludin dan Heriyanti - Hamid Awaludin Tanggapi Sumbangan Akidi Tio: Dari Awal Tak Masuk Akal, Berhari-hari Nggak Cair 

TRIBUN-MEDAN.com - Cuma dalam waktu seminggu, sosok Akidi Tio dielu-elukan, karena akan menyumbang Rp 2 triliun untuk masyakat Sumsel yang terdampak pandemi.

Di tengah kehimpitan yang dirasakan masyarakat dan di tengah ganasnya Covid-19, keluarga Akidi Tio membawa angin segar.

Tak sedikit masyakat hingga pejabat memuji langkah yang dilakukan oleh keluarga Akidi Tio ini dalam penanganan Covid-19.

Namun cerita indah itu hanya berlangsung sebentar.

Saat waktu yang ditunggu dinantikan, uang Rp 2 triliun tersebut tak kunjung cair.

Keadaan langsung berbalik, masyarakat sebelumnya memuji, kini mencemooh keluarga pengusaha asal Langsa, Aceh ini.

Hamid Awaludin, mantan Menkumham buka suara terkait fenomena bantuan Rp 2 triliun dari Akidi Tio ini.

"Suasana batin, di tengah himpitan pandemi, ekonomi terseret, faktor psikologis dan keterbatas gerak, tiba-tiba ada orang yang menawarkan pesona, mau meringankan beban, maka segala keterhimpitan itu dibuka seperti air bah, waduh ada ini secercah harapan," kata Hamid di Live Talk di SripokuTV misteri sumbangan Rp 2 triliun dan pelecehan akal sehat pejabat.

Heriyanti Putri Akidi Tio bersama Suami, Rudi Sutadi,suaminya beserta anak laki-laki mereka berinisial KL keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Sumsel pada pukul 21.57 WIB malam. TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Heriyanti Putri Akidi Tio bersama Suami, Rudi Sutadi,suaminya beserta anak laki-laki mereka berinisial KL keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Sumsel pada pukul 21.57 WIB malam. TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA (TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA)

Bahkan Hamid menganalogikan kehidupan di tengah pandemi seperti saat ini bisa membuat orang percaya bahwa meminum obat nyamuk dicampur bedak purol demi bisa keluar dari kondisi pandemi ini.

Apalagi ada orang yang menjanjikan Rp 2 triliun, maka orang akan mudah mempercayainya.

"Suasana batin, yang membuat euforia pada orang yang membuat janji," kata dia.

Menurut dia, seharusnya bisa belajar dari pengalaman, saat ada seseorang yang tiba-tiba ada deklarasi pakai styrofoam menyumbang Rp 2 Triliun.

"Kalau dia nyumbang Rp 2 Triliun, berapa banyak hartanya, dan berapa banyak pajaknya," kata dia.

Lalu pertanyaannya kenapa selalu berulang? Menurut Prof Hamid Awaludin, selain selalu berulang, juga ada persoalan mendasar yaitu kenapa harus selalu diupacarakan dan melibatkan pejabat baik pusat maupun daerah.

"Itulah mengapa saya mengatakan itu pencederaan akal sehat kita. Karena antara niat baik dengan akal sehat dan realitas tidak beda jauh. Kalau ada niat baik maka ada potensi disertai keikhlasan untuk menyumbang," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved