Kasus Pencabulan
Anggota Sabhara yang Putrinya Dicabuli Angkat Bicara, Minta Pelaku Diproses Hukum
Anggota Sat Sabhara Polrestabes Medan yang putrinya telah dicabuli akhirnya angkat bicara
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Kasus pelecehan seksual yang dilakukan remaja berinisial ARS sempat bikin heboh.
Pasalnya, tersiar kabar bahwa korban pencabulan ARS adalah anak dari anggota Brimob Polda Sumut.
Belakangan diketahui, orangtua korban bukan personel Brimob melainkan anggota Sat Sabhara Polrestabes Medan.
Saat diwawancarai, JG membenarkan dirinya anggota Sat Sabhara Polrestabes Medan, bukan anggota Brimob Polda Sumut.
Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Bocah 1 Tahun, Diduga Jadi Korban Cabul Tetangga Bernama Kiki di Pantai Cermin
JG mengatakan, anak perempuannya sudah dicabuli oleh ARS.
"Saya berharap pelaku bisa segera diproses hukum," kata JG, Minggu (8/8/2021).
Selain minta diproses hukum, JG meminta agar ARS dijatuhi sanksi yang berat.
Sebab, ARS telah merusak masa depan anak perempuannya.
Sementara itu, korbannya, sebut saja Bunga, mengaku dirudapaksa di rumah pelaku.
Baca juga: KPI Larang 42 Lagu Ini Diputar Karena Alasan Cabul dan Kasar, Berikut Daftarnya
Korban dan ARS ini statusnya berpacaran.
Saat berduaan di rumah pelaku, Bunga pun dirudapaksa.
Karena kalah tenaga, Bunga terpaksa merelakan keperawanannya.
Bukan cuma sekali saja, ARS mengulangi perbuatannya hingga 10 kali dibawah ancaman.
Baca juga: Kasus Pendeta Cabul Benyamin Sitepu Dilimpahkan ke Kejaksaan, Para Korban Minta Segera Disidang
Tiap kali Bunga menolak, ARS mengancam akan menyebarkan masalah persetubuhan ini pada orang lain.
Belakangan, setelah kejadian itu, Bunga terlambat datang bulan.
Bunga yang panik memberitahukan masalah ini pada ARS, namun laki-laki itu tidak mau bertanggungjawab hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polda Sumut.(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/digerayangi-4-teman-prianya-siswi-sma-situbondo-jatim-pasrah-main-ke-kebun-tebu-berakhir-digilir.jpg)