News Video

Dampak Pandemi, Omset Penjual Bendera Jelang 17 Agustus di Kabanjahe Menurun

Omset penjual bendera menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus menurun pada tahun ini.

Penulis: Muhammad Nasrul |

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Akibat masa pandemi virus corona (Covid-19), berdampak pada hampir semua sektor kehidupan masyarakat. Salah satu yang jelas terdampak ialah, sektor perekonomian.

Dampak ini, juga dirasakan bagi para penjual bendera menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus.

Dari para penjual bendera musiman ini, mengaku jika akibat dari pandemi ini omset dagangan tahunan ini cukup menurun drastis.

Salah satu pedagang bendera yang ditemui di kawasan Jalan Veteran Kabanjahe Sumartika, mengungkapkan penurunan omset penjualan benderanya mulai dirasakan sejak dua tahun terakhir.

Dirinya mengaku, meskipun saat ini masih ada masyarakat yang membeli bendera dagangannya namun jumlahnya sudah tidak sebanyak dulu.

"Ya terasa kali lah turunnya omset kita," ujar Sumartika, Rabu (11/8/2021).

Dirinya mengungkapkan, sebelum pandemi dirinya bisa meraup omset hingga 30 juta hingga 40 juta rupiah di masa jualan selama kurang lebih satu bulan. Namun, semenjak pandemi yang membuat ekonomi masyarakat lesu saat ini dirinya paling besar hanya dapat meraup omset maksimal 15 juta rupiah.

"Itu bukan untungnya saja ya, tapi sama modalnya juga. Jadi ya lumayan terasa setengah dari biasanya omset kita turun," katanya.

Wanita yang sudah kurang lebih 11 tahun berjualan musiman ini mengaku, dirinya mulai berjualan sejak akhir bulan Juli hingga akhir bulan Agustus.

Dirinya mengatakan, untuk penjualan yang paling banyak biasanya bendera untuk dipasang di gedung hingga ukuran kecil yang dipasang di kendaraan.

"Paling yang lumayan dari penjualan bendera yang besar. Kalau untuk kendaraan harganya mulai lima ribu rupiah, tapi untuk yang dipasang di rumah itu maksimal 60 ribu yang ukuran paling besar," ungkapnya.

Di tempat terpisah, pedagang lainnya N Ginting juga mengungkapkan hal yang tidak jauh berbeda dengan Sumartika. Dirinya mengatakan, untuk penjualan dalam dua tahun ini memang cukup terasa sepi sehingga membuat omset menjadi menurun.

"Jauh lah dari sebelumnya," ucapnya.

Dirinya mengatakan, biasanya pembeli sudah mulai ramai sejak awal bulan Agustus hingga menjelang tanggal 17 Agustus.

Namun, dirinya mengatakan saat ini ia melihat hingga sepekan sebelum perayaan kemerdekaan Indonesia, pembeli tergolong masih cukup sepi.

(cr4/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved