News Video

PPKM Tak Kunjung Selesai, Pemilik Kawanua Burger & Drink Beramal Bayar Seikhlasnya, Satpol PP Gratis

Perpanjangan terus menerus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan membuat para pelaku usaha memunculkan ide-ide baru

Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perpanjangan terus menerus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan membuat para pelaku usaha memunculkan ide-ide baru seperti berbagi untuk masyarakat.

Salah satunya Kawanua Burger and Drink, usaha milik Said Zein Assagaf yang berlokasi di Jalan Gajah Mada tepatnya di depan Big Papa Cafe, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, membuat suatu ide selama perpanjangan PPKM pengunjung bisa bayar seikhlasnya.

"Beberapa hari yang lalu saya berpikir dari pada melawan, dari pada saya dongkol dengan aturan PPKM, aturan pemerintah, saya berpikir yang penting saya habiskan saja dulu bahan-bahan yang ada sekarang,"

"Itu tulisan yang saya buat kan sarkasme, agak menyentil sedikit peraturan PPKM, tujuannya biar didengar sama pemerintah dan sekalian saya bisa beramal juga," ujar Said, Rabu (11/8/2021).

Bukan hanya itu, Said malah berani menyediakan menu secara gratis khusus untuk Satpol PP yang sedang bertugas.

Dikatakannya, hal itu dilakukan bertujuan untuk menyinggung peraturan PPKM yang selama ini dinilai belum berjalan baik. Selain itu, ide tersebut juga dilakukannya untuk beramal.

"Untuk Satpol PP yang sudah capek bertugas, berkeringat, boleh singgah ambil minuman ke sini, terserah mau pilih menu apa saja gratis, tapi janganlah ramai-ramai, sudah PPKM begini payah, biar pak satpol makin semangat," tambahnya.

Said menambahkan, sejauh ini respon dari para pengunjung cukup baik. Bahkan, terkadang ada pengunjung yang mau membayar lebih.

"Kalau untuk ide seperti ini baru dua hari dan alhamdulillah ada beberapa seperti orang-orang yang singgah kemarin bawa mobil mewah, dia cuma pesan kopi satu tapi dikasih Rp 100 ribu, padahal saya sudah bilang ada promo bayar seikhlasnya," katanya.

Ia menambahkan, sebenarnya ide seperti ini bukan hal yang baru dilakukannya. Sebelumnya, ia sudah sering melakukan jumat berbagi.

"Sebenarnya ide seperti ini sudah pernah saya lakukan dulu sebelum PPKM. Jadi setiap hari jumat saya mengadakan begitu juga bayar seikhlasnya dan gratisan juga,"

"Tapi masa PPKM begini saya berpikir disaat posisi sesulit mungkin, usahakan kita tetap bisa berbuat baik," jelas Said.

Ia pun berharap semoga pandemi cepat selesai dan PPKM juga tidak diperpanjang terus menerus, sehingga pelaku usaha dapat kembali memiliki kebebasan berusaha.

"Harapan saya untuk pemilik warkop tetap semangat, kita pun enggak mau begini-begini saja. Jadi saya berharap semoga PPKM ini selesai, penanganan covid-19 juga cepat selesai biar ada kebebasan lagi untuk kita mencari nafkah," harapnya.

Ia menambahkan, pemerintah seharusnya memberikan solusi untuk para pelaku usaha. Bukan hanya membuat peraturan yang terus menerus merugikan para pelaku usaha.

"Untuk pemerintah dengarlah suara-suara rakyat kecil. Jangan cuma buat aturan tapi enggak bisa kasih solusi, jangan buat aturan yang suka-suka,"

"Sebenarnya kami bukan mendongkol, bukan membangkang, tapi keadaan yang membuat kami membangkang. Jadi kami pun minta maaf kalau kami membangkang, memang karena untuk memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya.

(Cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved