Breaking News:

TRIBUNWIKI

Sejarah dan Makna Dari Bangunan Rumah Adat Karo

Untuk di Kabupaten Karo, juga memiliki bangunan rumah adat yang sangat khas dan berbeda dari wilayah lainnya.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
Bangunan museum Karo Lingga yang pada bagian atasnya menggunakan arsitektur rumah adat khas Karo. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Setiap budaya di Indonesia, memiliki ciri khusus yang dapat menunjukkan keaslian masyarakat adat itu sendiri.

Salah satu hal yang dapat terlihat dan menjadi pembeda antar satu budaya dengan yang lainnya ialah dari arsitektur bangunan rumah adatnya.

Untuk di Kabupaten Karo, juga memiliki bangunan rumah adat yang sangat khas dan berbeda dari wilayah lainnya.

Yang menjadi ciri khas bangunan rumah adat ini, ialah dari segi bentuk dan material yang digunakan untuk membangun rumah ini.

Baca juga: BUMN PT Varuna Tirta Prakasya Buka Lowongan Kerja, Tawarkan 5 Loker Bagi Lulusan D3, S1, dan S2

Diketahui, untuk rumah adat yang ada di Kabupaten Karo ini disebut juga dengan sebutan Siwaluh Jabu.

Untuk jenis dari bangunan rumah adat Karo ini, terbagi menjadi dua mulai dari bagian atap ada yang disebut rumah Sianjung-anjung, dan rumah Mercu.

Kemudian dari bagian dindingnya, ada yang disebut Rumah Sangka Manuk, dan Rumah Sendi.

Berdasarkan informasi yang didapat, rumah adat Karo terkenal karena keunikan teknik bangunan dan nilai sosial budayanya. Rumah adat ini memiliki kontruksi yang tidak memerlukan penyambungan.

Semua komponen bangunan seperti tiang, balok, kolam, pemikul lantai, konsol, dan lain-lain tetap utuh seperti aslinya tanpa adanya penyurutan atau pengolahan.

Pertemuan antar komponen dilakukan dengan tembusan atau diikat menyilang dengan ijuk untuk menjauhkan rayapan ular.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved