Wanita Ini Culik Bayi Majikannya Karena Ia Mandul, 32 Tahun Kemudian Hal tak Terduga Terjadi

Mengetahui bahwa dirinya tidak subur, seorang wanita berpura-pura jadi pengasuh. Ia kemudian menculik bayi majikannya hanya setelah dua hari bekerja.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Via doisongphapluat
Wanita Ini Culik Bayi Majikannya Karena Ia Mandul, 32 Tahun Kemudian Hal tak Terduga Terjadi. Foto Ilustrasi anak 

TRIBUN-MEDAN.com – Mengetahui bahwa dirinya tidak subur, seorang wanita berpura-pura jadi pengasuh.

Ia kemudian menculik bayi majikannya hanya setelah dua hari bekerja.

Penculikan itu terjadi di Guilin, Guangxi, China.

Menurut informasi yang dipublikasikan di The Paper, pada Januari 1988, seorang wanita bernama Qin Mouying pergi ke rumah Cao untuk meminta pekerjaan menjadi seorang babysitter.

Dia merawat seorang bayi berusia 5 bulan bernama Cao Ping.

Baca juga: NGERI, Pengasuh Anak Ini Terekam Kamera Bertingkah Aneh Macam Kesurupan, Ini yang Dilakukan Majikan

Baca juga: Aneh Sikap Pengasuh Anak Sandra Dewi Ini, Diberi Bonus Kebanyakan Mengundurkan Diri, Kini Menyesal

Namun, pada hari kedua kerja, Qin menculik Cao Ping dan membawa anak itu ke rumahnya untuk dibesarkan.

Orangtua Cao Ping mengetahui bahwa putra mereka telah diculik pengasuhnya dan berusaha mencarinya, tetapi tidak ada petunjuk sama sekali.

Barulah pada tahun 2020, melalui program “Reuni” polisi China, keluarga Cao Ping pertama kali menerima informasi tentang putra mereka setelah 32 tahun menghilang.

Laporan kepada Biro Keamanan Umum Guilin yang diberikan oleh Cao Ying, saudara perempuan Cao Ping mengatakan, sekitar jam 9 pagi tanggal 10 Januari 1998, di Guilin, ada penculikan anak.

“Pelakunya adalah seorang pengasuh anak berusia sekitar 20 tahun, tinggi 1,59 m.”

Menurut Cao Ying, setelah mengetahui kejadian tersebut, orangtuanya segera melapor ke polisi dan meminta bantuan kenalannya untuk bersama-sama mencari Cao Ping.

Foto ilustrasi bayi.
Wanita Ini Culik Bayi Majikannya Karena Ia Mandul, 32 Tahun Kemudian Hal tak Terduga Terjadi. Foto ilustrasi bayi. (freepik)

Selama bertahun-tahun, mereka masih tidak dapat menemukan Cao Ping.

Pada tahun 2012, orangtua Cao Ping memberikan sample DNA Cao Ping kepada database anti-perdagangan orang Kementerian Keamanan Publik.

Pada Mei 2020, Cao Ping menerima pemberitahuan bahwa DNA yang dia berikan cocok dengan sampel DNA pasangan bermarga Cao di Guangxi.

Pada 29 Mei 2020, Cao Ping akhirnya dipertemukan kembali dengan orangtua kandungnya berkat bantuan Tim Reserse Kriminal Biro Keamanan Umum Guilin.

Berbagi dalam sebuah artikel pada Agustus 2020, pengasuh Qin mengatakan bahwa dia dan mantan suaminya Li sama-sama dari Guilin. 

Mantan suaminya sering memukulinya. 

Baca juga: Percaya Karena Bersertifikat Profesional, Pasutri Ini Telan Pil Pahit Bayinya Tewas Disiksa Pengasuh

Baca juga: Hanya Karena Kencing di Celana, Pengasuh Kejam Siksa Anak Majikan, Usus Luka Hingga Tengkorak Patah

Wanita ini kabur dari rumah setelah bertengkar dengan suaminya. 

Mengetahui dia tidak subur, dia mencoba menculik Cao Ping untuk membesarkannya.

Meskipun kakaknya telah kembali, Cao Ying berpikir bahwa kerusakan emosional yang disebabkan oleh pengasuh Quin terhadap keluarganya selama beberapa dekade terakhir terlalu besar.

Oleh karena itu, keluarga Cao Ying memutuskan untuk menuntut wanita ini.

Menurut Cao Ying, keluarganya dulu sangat kaya, jika bukan karena pengasuh yang membawanya pergi, kakaknya akan memiliki kehidupan yang lebih baik, perawatan yang lebih penuh perhatian. 

Pekerjaan pengasuh menyebabkan Cao Ping menderita.

Seorang bayi diculik oleh pengasuhnya karena ia mandul. Setelah 32 tahun, sebuah keajaiban terjadi.
Seorang bayi diculik oleh pengasuhnya karena ia mandul. Setelah 32 tahun, sebuah keajaiban terjadi. (Via doisongphapluat)

Cao Ping bahkan tidak menyelesaikan sekolah menengah.

Melihat putranya menjalani kehidupan yang menyedihkan adalah rasa sakit yang luar biasa di hati orangtua kandungnya.

Menurut pengumuman hasil pengaduan pidana keluarga Cao dari Kejaksaan Rakyat Distrik Tuong Son, Guilin, pengasuh Quin terlibat dalam kejahatan penculikan dan penipuan anak. 

Namun karena batas waktu kejahatan perempuan ini telah berakhir, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.

Pada tanggal 6 Agustus, Kejaksaan Rakyat Guilin mengeluarkan pemberitahuan bahwa pengasuh Qin Mouying menipu anak di bawah umur 14 tahun untuk meninggalkan keluarga dan wali mereka.

Keluarga Cao Ping saat ini terus mengajukan banding karena mereka tidak menerima kesimpulan dari pihak berwenang.

Baca juga: Tak Tahu Diri, Pengasuh Kejam Tampar dan Tarik Kepala Bayi Majikan,Padahal Sudah Diberi Kepercayaan

Baca juga: Usulan Copot Jaksa Agung hingga Perlakuan Hukum Jaksa Pinangki, Inilah Hasil Survei KedaiKOPI

Sebelumnya, kasus penculikan bayi laki-laki oleh seorang pengasuh yang dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya hingga 33 tahun kemudian juga terjadi di Chongqing, China pada tahun 1988.

Secara spesifik, Chung Chi Dat adalah anak dari pasangan suami istri yang diculik oleh pengasuh bermarga Tan ketika dia berusia 3 bulan. 

Tan kemudian membawa Chung Chi Dat ke pedesaan provinsi Ha Nam untuk tinggal, dan mengubah nama anak itu menjadi Tan Luong.

Sementara itu, orang tua kandung Chung Chi Dat juga pergi mencari anak laki-laki itu ke mana-mana.

Ran Le dan suaminya tidak pernah berhenti mencari anak mereka.

Terkadang mereka saling menghibur jika anak mereka masih sehat, bahkan jika mereka tidak mengenali orangtua mereka, itu juga merupakan berkah.

Chung Chi Dat tinggal bersama pengasuh bermarga Tan sejak kecil, sehingga bocah itu berpikir bahwa wanita itu adalah ibu kandungnya.

Ilustrasi anak
Wanita Ini Culik Bayi Majikannya Karena Ia Mandul, 32 Tahun Kemudian Hal tak Terduga Terjadi. Foto Ilustrasi anak (Via doisongphapluat)

Baru setelah pengasuh bermarga Tan meninggal, Chung Chi Dat mengetahui identitas aslinya melalui kisah bibinya.

Setelah itu, ia mulai mencari informasi dari kerabat dan secara sukarela mendaftar untuk mengumpulkan DNA gratis yang dikerahkan oleh Kementerian Keamanan Publik China mulai tahun 2021 untuk mencari anak-anak hilang dalam program "Operasi Reuni".

Pada pertengahan April 2021, polisi kota Weihai di provinsi Shandong melakukan perbandingan dan menemukan bahwa DNA-nya cocok dengan DNA pasangan yang anaknya hilang di kota Chongqing pada tahun 1988.

Selama proses penyelidikan dan verifikasi, polisi menyimpulkan bahwa dia adalah putra yang diculik 33 tahun lalu oleh pengasuhnya.

Pada pagi hari tanggal 12 Mei, Ran Le dan suaminya akhirnya bertemu dengan putra mereka setelah 33 tahun mencari di mana-mana. 

Setelah bertemu di kantor polisi kota Wei Hai, Chung Chi Dat memutuskan untuk kembali tinggal bersama orangtua kandungnya.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved