Penanaman Bibit Mangrove, Untungkan Masyarakat secara ekonomi dan Selamatkan Biota Laut
Penanaman Bibit Mangrove di Sumatera Utara dilakukan di Desa Alur Cempedak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
Bibit mangrove itu kemudian kerap dijual ke pihak yang membutuhkan, misalnya mahasiswa, pemerintah, dan korporasi. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp800 hingga Rp1.800.
“Pemesanan sudah sampai luar Sumatera Utara, hingga Aceh,” kata dia.
Saat ini Solihin dan kelompoknya melakukan pembibitan mangrove jenis Rhizophora apiculata dan Rhizophora stylosa.
Dengan adanya program penanaman mangrove, kata Solihin, kelompoknya bisa mendapat pekerjaan tambahan. Program ini melibatkan 110 orang yang mendapat upah harian sebesar Rp95 ribu.
“Alhamdulillah, masyarakat bersyukur kegiatan ini bisa membantu ekonomi kita. Kedepan, kami akan pelihara dan rawat bibit mangrove yang sudah ditanam untuk menghindari abrasi dan pengkayaan biota laut,” ujar dia.
Penamanan bibit mangrove di Desa Alur Cempedak merupakan upaya rehabilitasi mangrove yang dilakukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama BPDASHL Wampu Sei Ular. Luasan targetnya adalah 5000 hektare dari 83 ribu hektare target nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hutan-mangrove-medan.jpg)