News Video

Data Dinsos Menunjukkan Jumlah Anak Terlantar Meningkat Selama Pandemi, Mayoritas Usia Sekolah Dasar

Ia menambahkan, mayoritas anak terlantar yang didapatkan Dinas Sosial Kota Medan merupakan anak usia Sekolah Dasar.

Data Dinsos Menunjukan Jumlah Anak Terlantar Meningkat Selama Pandemi, Mayoritas Usia Sekolah Dasar

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Sosial Kota Medan menyebutkan selama pandemi Covid-19 jumlah anak terlantar di Kota Medan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan sebelum pandemi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Medan, Fahrul Rozi Pane menjelaskan jumlah peningkatan anak terlantar tersebut.

"Dari hasil pendataan yang sudah kami lakukan di Dinas Sosial Medan, jumlah anak terlantar untuk tahun 2021 ini terhitung hingga bulan Juni itu sebanyak 95 orang dan tahun 2020 terhitung sampai bulan Desember yaitu sebanyak 127 orang," katanya.

"Sementara, sebelum pandemi jumlah anak terlantar di Medan bahkan tidak sampai 100 orang. Seperti tahun 2017 terhitung hingga bulan Desember jumlahnya hanya 41 orang, tahun 2018 sebanyak 36 orang dan tahun 2019 sebanyak 83 orang," ujar Fahrul, Jumat (13/8/2021).

Dikatakannya, penyebab meningkatnya jumlah anak terlantar tersebut disebabkan sekolah daring, sehingga lebih banyak waktu luang untuk mencari uang tambahan di luar.

"Penyebab meningkatnya anak-anak yang terlantar karena anak-anak ini kan tidak sekolah, jadi karena sistem daring sehingga mereka banyak waktu untuk mencari uang tambahan di jalanan, begitu alasan dari mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas anak terlantar yang didapatkan Dinas Sosial Kota Medan merupakan anak usia Sekolah Dasar.

"Sebagian mereka juga beralasan ingin membantu orang tua. Tapi itu tidak menjadi alasan menurut saya, karena pemerintah kan sudah memberikan bantuan sesuai prosedur," jelasnya.

Fahrul menambahkan, kebanyakan anak-anak tersebut bukan warga asli Kota Medan, melainkan warga di luar dari kota Medan.

"Itu kebanyakan bukan warga asli Medan, kebanyakan dari Deli Serdang, Karo, Lubuk Pakam, Binjai. Mungkin karena medan sebagai ibu kota provinsi sumatra utara, jadi menurut mereka lebih menjanjikan kalau mencari uang di sini," katanya.

Biasanya, Dinas Sosial Kota Medan akan melakukan rehabilitasi terhadap anak-anak yang tidak memiliki keluarga lagi. Dan mengembalikan anak terlantar yang masih mempunyai keluarga dekat.

"Biasanya yang ada keluarganya kita kembalikan kepada keluarganya, dan yang tidak ada keluarganya kita masukkan ke panti asuhan," pungkasnya.

Namun, permasalahannya sering sekali anak-anak tersebut mengaku tidak memiliki keluarga lagi.

"Kebanyakan dari mereka mengaku tidak punya keluarga, tapi ketika kita mau kita bawa ke panti mereka tidak mau. Tapi memang kebanyakan masih ada keluarganya, jadi biasanya keluarganya kita panggil ke Dinsos dan kita berharap bahwasannya tidak terulang kembali," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved