Breaking News:

PON Papua Semakin Dekat, Atlet Sepatu Roda Sumut Ini Akui Latihan Semakin Berat

Akunya, mengingat putaran PON Papua yang kurang dari dua bulan lagi, persiapan yang dilakoninya semakin berat.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/HO
M Fathurridha Arabia Salim (kiri depan) bersama atlet sepatu roda Sumut lainnya. Mereka gagal mengikuti training camp di Bantul, Yogyakarta. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-M Fathurridha Arabia Salim, pria yang lahir di Medan, 26 November 2004, merupakan atlet sepatu roda Sumatera Utara.

Ia akan berlaga pada ajang PON ke-20, di Papua, Oktober mendatang.

Akunya, mengingat putaran PON Papua yang kurang dari dua bulan lagi, persiapan yang dilakoninya semakin berat.

Baca juga: SOSOK Dwi Arimbi, Atlet Wushu Taulo, Tambah Jam Latihan Jelang PON Papua

"Sekarang latihan udah makin berat karena PON udah tinggal sebulan lagi. Seperti porsi latihannya di tambah jadi seminggu 14 kali. Rest nya di hari Minggu aja," ujarnya kepada Tribun Medan, Jum'at (20/8/2021) sore.

Sebelumnya, latihan yang ia lakoni hanya 12 kali dalam seminggu. Itu pun istirahat di Rabu sore dan Sabtu sore.

Selain porsi latihan, dikatakannya program latihan yang ia terima juga ditingkatkan intensitasnya. Menurutnya, program latihan saat mendekati jadwal kompetisi semakin dimatangkan.

"Kan sekarang sudah masuk latihan khusus mata lomba, atau nomor lomba. Program khususnya, setiap orang tanding sesuai mata lombanya jadi lebih ke fokuskan ke situ," katanya.

Biasanya, progam latihan yang ia lakoni hanya tiga sampai lima set per hari. Mendekati pelaksanaan PON Papua ini, program latihan ditambah menjadi tujuh sampai sembilan kali.

Selain persiapan teknis perlombaan yang mengalami peningkatan, pria yang karib disapa Fathur ini mengatakan, ada beberapa poin yang juga masuk dalam perhatian jelang PON Papua nanti.

Akunya, peraturan terhadap kedisiplinan atlet juga diperketat. Hal itu menurutnya, untuk mematangkan persiapan demi raihan prestasi di ajang olah raga paling bergengsi di Tanah Air itu.

Baca juga: Budidaya Kucing Bengal Raup Pundi Rupiah dan Datangkan Untung, Warna Bulu Mirip Macan Tutul

"Pola makan mengurangi makanan yang berminyak dan santan. Selain itu, gak boleh keluar dari asrama kalau tidak ada keperluan, misalnya nongkrong atau ngumpul. Sama jaga kondisi lah," ucapnya.

Ditahap ini, ia juga memfokuskan diri terhadap beberapa materi latihan, seperti fisik dan taktik.

Tidak lupa, ia juga meminta dukungan dan do'a dari masyarakat Sumatera Utara demi mempersembahkan penampilan yang maksimal saat berlaga nanti.

(cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved