Breaking News:

Tipatipa Makanan Khas Batak Toba, Cocok jadi Buah Tangan Saat Berkunjung dari Toba 

Tipatipa adalah cemilan khas Batak Toba berasal Kabupaten Toba Sumatera Utara. Jajanan ringan berbahan beras ini biasanya dijajakan dan diproduksi di

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Tipatipa Makanan khas Batak Toba 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Selain panorama indah yang disuguhkan alam Toba, kuliner yang hidup sejak zaman kolonial Belanda pun masih eksis hingga saat ini. 

Satu diantara makanan khas Batak Toba yang masih ada hingga saat ini adalah  Tipatipa. Makanan ini mirip sereal gandum yang saat ini dikonsumsi masyarakat luas. 

Tipatipa adalah cemilan khas Batak Toba berasal Kabupaten Toba Sumatera Utara. Jajanan ringan berbahan beras ini biasanya dijajakan dan diproduksi di Kecamatan Porsea.

Bila dilihat secara detail, tekstur makanan ini memiliki kemiripan dengan sereal gandum. Dari sisi nama, makanan khas Batak Toba ini menggambarkan proses pembuatannya. Tipa adalah bahasa Batak Toba yang memiliki arti timpa dalam Bahasa Indonesia

Makanan ini dihasilkan setelah adanya proses menumbuk di sebuah lesung. Hingga saat ini, proses pembuatan cemilan ini masih bisa dijumpai di Desa Patane, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba. 

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh tribun-medan.com, kuliner ini terbuat dari padi muda alias belum menguning. 

Baca juga: Brest Vs PSG Live Streaming RCTI+ Malam Ini, Messi Masih Belum Turun, Mbappe Duet Icardi

Setelah diambil dari pokoknya, padi muda direndam lebih dari 24 jam dengan tujuan mendapatkan tekstur yang bagus. 

Setelah proses perendaman satu hari satu malam, padi kemudian ditiriskan lalu dimasukkan ke sebuah kuali untuk digongseng hingga matang.

Setelah selesai proses penggongsengan, padi yang masih dalam kondisi panas kemudian dimasukkan ke dalam lesung dan ditumbuk.

Tujuannya, agar kulit padi terpisah dengan biji beras yang sudah pipih. Inilah yang disebut Tipatipa.  

Guna memastikan kulit padi dengan biji yang sudah pipih terpisah, maka harus ditampi terlebih dahulu.

Setelah dipastikan bersih atau kulit padi tak ada lagi, makanan ini sudah bisa disajikan.

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Lagu Batak Dang Na Ujui Be Ho yang Dipopulerkan Penyanyi Lestari Br Hutasoit

Selain itu, ternyata ada cara lain menghasilkan makanan khas ini. Ada yang terlebih dahulu ditanak seperti menanak nasi, ada juga yang sekedar direndam air panas mendidih lalu dicampur dengan kelapa parut, gula dan garam secukupnya. 

Bahkan ada yang  suka digongseng langsung dicampur kelapa parut, gula dan garam secukupnya. Ada juga dicampur dengan susu atau makanan tambahan lainnya supaya lebih nikmat disantap. 

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved