Breaking News:

Oknum TNI Aniaya Lurah

Lurah Asuhan Minta Maaf Beri Informasi Bohong, Kasus Pemukulannya Ditangani Denpom

Walmaria memohon maaf karena membawa-bawa nama Satgas Covid-19 Pematangsiantar.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/Alija Magribi
Kapenrem 022/PT Mayor Sondang Tanjung (Kiri), Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu (Tengah) dan Kepala Inspektorat Junaedi Sitanggang, Senin (23/8/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Lurah Asuhan, Kecamatan Siantar Timur Walmaria Zalukhu meminta maaf terkait postingannya yang mengatakan aksi pemukulan yang diterima dari oknum prajurit TNI-AD, berkaitan dengan operasi yustisi PPKM Level IV di Pematangsiantar.

Setelah pemeriksaan dan melaporkan pemukulan yang ia alami di Denpom I/I Pematangsiantar, Walmaria memohon maaf karena membawa-bawa nama Satgas Covid-19 Pematangsiantar.

Baca juga: Proyek Food Estate di Humbahas Terancam Gagal, Kepala Daerahnya Malah Beli Mobil Dinas Rp2,6 Miliar

Walmaria, Lurah Asuhan yang mengaku dipukuli oknum TNI-AD
Walmaria, Lurah Asuhan yang mengaku dipukuli oknum TNI-AD (Tribun Medan - Alija Magribi)

"Dengan ini memohon maaf apabila dalam postingan saya di FB membawa kesatuan Satgas di mana proses kejadiannga saya alami sendiri sebagai dampak pekerjaan saya, demikian," kata Walmaria kepada wartawan.

Sementara itu, Kapenrem 022/Pantai Timur, Mayor (Inf) Sondang Tanjung mengatakan pihak polisi militer masih menelusuri akar masalah mengapa oknum prajurit TNI-AD berinisial JS menganiaya lurah Walmaria. 

JS sendiri merupakan personel Babinsa asal Kodim Tapanuli Utara. Oknum berpangkat sersan dua itu tinggal dekat dengan kediaman lurah. 

"Akar permasalahan apa masih ditelusuri oleh Denpom. Jadi maksud ibu ini ada dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI. Nah, ini tapi digunakan dengan membawa nama Satgas Covid-19," kata Tanjung.

Baca juga: Pria Nekat Beli Durian Pakai Uang Palsu di Jalan Ngumban Surbakti Nyaris Dihakimi Massa

Kapenrem 022/PT Mayor Sondang Tanjung (Kiri), Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu (Tengah) dan Kepala Inspektorat Junaedi Sitanggang, Senin (23/8/2021)
Kapenrem 022/PT Mayor Sondang Tanjung (Kiri), Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu (Tengah) dan Kepala Inspektorat Junaedi Sitanggang, Senin (23/8/2021) (Tribun Medan/Alija Magribi)

"Kediaman terlapor (Serda JS) dan pelapor (Lurah Asuhan) tetangga - hanya selisih satu rumah. Ini masih tetangga kiri dan kanan," ujar Tanjung.

Sebelumnya, proses permintaan keterangan oleh Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu dan oknum prajurit JS sendiri memakan waktu beberapa jam di Denpom I/I Pematangsiantar.

Awak media telah menanti keterangan resmi dari Denpom

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved