Breaking News:

Khazanah Islam

UAH Ungkap Rahasia Surat Ad Dhuha dan Al Insyirah, Selama Ini Belum Banyak yang Tahu

Seakan-akan Allah ingin bicara kepada Nabi, bahwa Allah tidak pernah meninggalkannya" katanya untuk

Editor: Dedy Kurniawan
Ist
Uztadz Adi Hidayat 25 

TRIBUN-MEDAN.com - Surat Ad dhuha dan Al Insyirah diturunkan berurutan di saat Nabi Muhammad mengalami amat kesusahan hati.

Surat ini diturunkan ketika Nabi Muhammad mendapat perlakuan sangat buruk dari masyarakat, dengan hinaan, celaan, caci maki, bahkan dilempari dengan batu.

Dua surat ini dipakai untuk kelapangan urusan dan kelapangan hati. Surat Ad-Dhuha dan Al-Insyirah dalam Kisah Nabi buat terharu karena keikhlasan beliau.

Surah Ad-Dhuha merupakan surah yang ke-93 dalam Al-qur'an. Surah ini tergolong ke dalam Makiyyah karena diturunkan di Mekkah.

Surah ini disebut dengan Ad-Dhuha yang berarti waktu Dhuha.

Di mana waktu Dhuha ini adalah saat ketika matahari naik sepenggalah. Nama ad Dhuha diambil dari ayat pertama yang berisi tentang sumpah Allah dengan waktu Dhuha

Sedangkan, Surat Al-Insyirah merupakan surat ke-94 dalam Al-quran yang berarti Kelapangan. Surat ini terdiri dari 8 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah.

Baca juga: Bacaan Shalawat Nabi Ini Bermanfaat Mendapat Ampunan Dosa dan Kesembuhan Segala Penyakit

Mengutip ceramah Ustadz Adi Hidayat di channel Youtube Kanal Masjid dengan judul "Kisah Awal Muasal Turunnya Surah Ad Dhuha dan Al Insyirah - Ustadz Adi Hidayat" diceritakan, bahwa sempat terjadi jeda waktu yang lama tidak lagi turun Surat kepada Nabi Muhammad. Masa-masa ini membuat Nabi merasa bertanya-tanya, bahkan dituduh sudah gila oleh orang kafir (yang tertutup).

"Enam bulan tidak ada turun Surat, orang kafir pun memprovokasi bawhwa Muhammad sudah ditinggalkan Tuhannya. Nabi bolak balik naik turun bukit sampai ada tuduhan sudah gila. Nah, setelah itu lah turun dua surat berurutan, turun satu (Ad-Dhuha), disusul satu lainnya (Al-Insyirah)" kata UAH.

Baca juga: BOLEHKAH Minta Doa dan Obat Kesembuhan ke Kyai atau Ulama? Simak Penjelasan Buya Yahya Ini

"Dhuha itu saat matahari mulai naik sepenggala, dan memancarkan sinar yang menyejukan. Kalau kita terima  sinarnya enak, tenang, karena matahari posisi paling indah. Seakan-akan Allah ingin bicara kepada Nabi, bahwa Allah tidak pernah meninggalkannya" katanya untuk menggambarkan sumpah Allah ketika berbicara pada Nabi lewat Surat Ad-Dhuha.

Baca juga: Ajarkan Juga Pada Keluarga, Surat Al Quran Ini Terdapat Rahasia Kekayaan dan Kunci Rezeki

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved