SETELAH Berkantor di Kecamatan Zona Merah, Berikut Keberhasilan Bobby Nasution Tekan Covid-19
Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat ini berkantor di zona merah agar bisa mengoptimalkan penanganan Covid-19 di Kota Medan.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution saat ini berkantor di zona merah agar bisa mengoptimalkan penanganan Covid-19 di Kota Medan. Ia berkantor di lima kecamatan di Kota Medan.
Adapun lima kecamatan tersebut, seperti Kecamatan Medan Selayang, Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Sunggal dan Medan Tuntungan.
Menantu Presiden Joko Widodo ini berharap kehadirannya bisa memaksimalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. Satu di antaranya, penerapan isolasi lingkungan guna menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.
Selama berkantor di Kecamatan Medan Helvetia, Bobby telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19. Misalnya, menggelar rapat bersama jajaran Kecamatan Medan Helvetia dengan membahas penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.
Kemudian meninjau lokasi penyekatan penerapan PPKM Mikro dan menjadi narasumber dalam siaran langsung Kompas TV ada program Corona Updat Kompas TV.
"Kemarin ada 400 lebih kasus Covid-19 di Kota Medan dan penyumbang terbesarnya dari Kecamatan Medan Helvetia. Untuk itu, kita fokuskan di sini, agar bisa sama-sama mengajak masyarakat untuk memutus mata rantai covid-19. Sebelum itu dilakukan, kita juga harus bisa memutus mata rantai Covid-19 di internal kita,” kata Bobby saat menjadi narasumber di salah satu televisi swasta beberapa hari lalu tersebut.
Langkah dan upaya Bobby terbukti dengan berangsurnya penurunan kasus Covid-19 di Kecamatan Medan Helvetia.
Saat melakukan doorstop bersama wartawan usai Rapat Paripurna Nota Jawaban Wali Medan Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Medan tentang Ranperda Penetapan Zonasi Aktivitas PKL di Kota Medan di Gedung DPRD Medan.
Bobby mengatakan, Kecamatan Medan Helvetia masih menjadi wilayah zona merah bersama empat wilayah lainnya. Meskipun demikian, jumlah kasus yang ada di Kecamatan Medan Helvetia mulai menurun.
“Dari 44 kasus turun menjadi 30, kemudian naik lagi jadi 35 kasus. Seperti itu angkanya jadi belum signifikan," ujarnya.
Dijelaskan Bobby, penurunan kasus Covid-19 di Helvetia masih belum seimbang dengan penambahan jumlah kasus harian. Hal itu juga terjadi di empat kecamatan zona merah lainnya yang mengalami penurunan kasus yang fluktuatif.
"Kalau dilihat di grafiknya memang turun tapi tidak terlalu banyak, hanya melandai saja. Turun kemudian naik lagi, begitu juga di kecamatan lainnya," katanya.
Langkah dan upaya Bobby Nasution untuk meminimalisir angka kasus penyebaran Covid-19 dengan berkantor di kecamatan zona merah mendapatkan dukungan dari Emilia Ramadhani SSos MA, dosen Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Sumatera Utara (USU) .
Dikatakannya, tidak ada masalah jika Wali Kota berkantor di zona merah. Lagipula, hal tersebut merupakan langkah yang tepat. Hanya saja, Emilia mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Apa yang dilakukan Bapak Wali Kota ini sudah tepat dan tidak ada masalah. Tidak mungkin juga di pilih-pilih mana yang zona merah dan mana yang tidak. Apalagi dengan berkantornya Wali Kota di zona merah dapat membuat orang semakin disiplin yang terbukti dengan menurunnya angka kasus di Kecamatan Medan Helvetia,” kata Emilia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/wali-kota-medan-bobby-nasution-agustus-2021-rapat-covid-19.jpg)