Breaking News:

Dapot Mengaku Dapat Sabusabu dari Napi di Lapas Narkotika Langkat

Sabu-sabu disimpan oleh Dapot dalam sebuah kaleng roti beserta dua unit timbangan digital dan ponsel. 

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Dapot, warga Jalan Masjid Keramat Kuba, Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai di Kantor Polres Tanjungbalai, Sabtu(4/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Polisi menangkap Dapot Panjaitan di rumahnya Jalan Masjid Keramat Kuba, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai karena kepemilikan sabu seberat 16 gram, Kamis (2/9/2021). 

 "Penggerebekan dilakukan pada Kamis (2/9/2021) lalu. Dari penggerebekan itu, ditemukan sabu seberat 16,09 gram dari 21 plastik klip," jelas Dahlan, Sabtu (4/9/2021). 

Katanya, sabu-sabu disimpan oleh Dapot dalam sebuah kaleng roti beserta dua unit timbangan digital dan ponsel. 

Katanya, pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mengatakan rumah Dapot sering digunakan sebagai tempat transaksi Narkoba. 

"Benar saja, saat dilakukan penggerebekan, Dapot saat itu sedang memasukan sabu ke dalam kaleng roti tersebut," katanya. 

Saat diinterogasi, Dapot mengaku mendapatkan barang ilegal itu dari Lapas narkotika Langkat.

"Dari pengakuannya, dia mendapatkan narkotika tersebut dari salah seorang di Lapas Langkat," jelas Dahlan 

Akibat perbuatannya, Dapot akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) UU No.35 tentang narkotika.

"Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun maksimal seumur hidup atau hukuman mati," pungkasnya.(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved