Breaking News:

Banyak Jalan Rusak, Pemkab Karo Minta Pengusaha Cuci Wortel Buat Saluran Limbah

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo, meminta kepada para pemilik usaha pencucian wortel agar memiliki saluran limbah.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Pengendara melintas di seputar jalan rusak, di Jalan Udara, Berastagi, belum lama ini. Pemkab Karo meminta pengusaha pencucian wortel membuat saluran pembuangan limbah. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo, meminta kepada para pemilik usaha pencucian wortel agar memiliki saluran limbah.

Saluran limbah ini untuk agar limbah pencucian wortel memiliki saluran dan tidak mengalir ke jalan umum.

Diketahui beberapa ruas jalan yang berada di dekat pencucian wortel kerap rusak. Hal ini, diduga kuat karena air dari hasil pencucian tidak memiliki saluran yang aman sehingga merusak kualitas aspal jalan.

Kepala Dinas PUPR Karo Edward Sinulingga, mengatakan terdapat beberapa ruas jalan terjadi kerusakan. Diketahui, salah satu ruas jalan yang sering mengalami rusak berada di Jalan Udara yang merupakan jalan penghubung Kecamatan Berastagi dengan Kecamatan Simpangempat.

"Memang musuh jalan ini kan air, sementara limbah pencucian ini masih belum memiliki saluran yang aman. Untuk itu, kami sarankan agar pengusaha memiliki saluran limbah agar air tidak meluap ke jalan," ujar Edward, Senin (6/9/2021).

Amatan Tribun Medan, di sekitar Jalan Udara memang terlihat ada beberapa lokasi pencucian wortel. Di sekitar lokasi tersebut, kondisi aspal jalan banyak yang terkelupas dan jalan berlubang.

Jalan yang rusak ini sudah beberapa kali dperbaiki. Namun, tak berselang lama kondisi aspal di beberapa titik di jalan tersebut kembali rusak.

Edward menjelaskan jika beberapa waktu lalu pihaknya juga sempat melakukan normalisasi. Namun, karena limbah dari pencucian wortel bercampur dengan tanah, makasaluran air segera tersumbat.

"Sudah sempat kita normalisasi, tapi kembali tersumbat. Makanya kalau trus kita perbaiki sebenarnya akan kembali rusak. Untuk itu, kita sarankan agar saluran limbah ini dibuat dulu, nantinya kalau ada yang disalurkan tinggal air saja," ungkapnya.

Dikatakan Edward, untuk pengelolaan limbah ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karo. Namun begitu, untuk secara tenis dirinya menyarankan agar pengusaha membuat pengolahan limbah seperti sumur.

Nantinya, jika air sudah penuh tanah akan mengendap dan tinggal menyisakan air. Jika air sudah penuh, maka nantinya jika disalurkan ke drainase tidak akan mengganggu saluran air dan tidak akan menyebabkan drainase kembali tersumbat. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved