Breaking News:

Kaget Ditagih Pajak, Pedagang Kecil di Binjai Mengaku Tidak Tahu Adanya Pertemuan dengan DPRD

Menurutnya, wajar-wajar saja pemerintah memberlakukan pengutipan pajak kepada pedagang, namun tidak sampai mencekik. 

Penulis: Satia | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM/SATIA
Nur (52), pedagang Pecel, di Jalan Wahidin, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Senin (6/9/2021). 

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI-Sebagian pedagang di Kota Binjai, mengaku tidak mengetahui adanya pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), membahas keluhan terkait penagihan pajak restoran. 

Bisa dibilang, pertemuan yang dilakukan antara DPRD itu, diisi oleh pengusaha rumah makan atau kafe besar saja, tidak para pedagang kecil pinggir jalan atau PKL. 

"Tidak ada kami dikasih tau oleh yang lain, kalau ada pertemuan antara pedagang dengan dewan," kata Nur, pedagang pecal, di Jalan Wahidin, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Senin (6/9/2021). 

Dirinya mengaku kali pertama penagihan pajak yang dilakukan pemerintah dengan nominal besar.

Dua tahun lalu, ada penagihan pajak namun tidak sampai jutaan rupiah. 

Baca juga: Anak Berusia 5 Tahun Dilecehkan 2 Pria di Sergai, Diiming-imingi Permen dan Handphone

"Baru pertama aku dapat sampai segitu banyak. Dua tahun lalu pernah ada, tapi Rp 4-5 ribu perbulan yang diminta ke kami," ujarnya. 

Nur juga heran, mengapa pedagang kecil tidak ada diberitahukan adanya pertemuan dengan DPRD, terkait keluhan pajak. 

Tidak menutup kemungkinan, kata dia para pedagang kecil tidak diperdulikan oleh dewan dan pemerintah. 

"Gak tau juga, kenapa bisa pedagang besar saja yang dipanggil dan diberitahukan," ucapnya. 

Menurutnya, wajar-wajar saja pemerintah memberlakukan pengutipan pajak kepada pedagang, namun tidak sampai mencekik. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved