PREDIKSI MENGERIKAN, Gunung Toba Kemungkinan Bisa Meletus Lagi

Gunung Toba yang ada di tengah Danau Toba diprediksi akan meletus lagi. Ini analasis pengamat

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ
Anak-anak pergi sekolah dengan menumpang kapal mesin di perairan Danau Toba Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA-Manager Geositer Balige-Liang Sipege, Meat Patrcik Lumbanraja melontarkan prediksi yang tak main-main.

Meat bilang, Gunung Toba kemungkinan bisa meletus lagi setelah tertidur 74 ribu tahun.

Untuk itu, dia mengajak semua pihak, khususnya pemerintah memikirkan langkah-langkah kedepan bila hal buruk terjadi di wilayah Toba. 

Baca juga: Tertidur 6.000 Tahun, Gunung Ini Meletus dan Mungkinkah Gunung Toba Demikian? Gejalanya Sama

“Sebenarnya, sejak saat sekarang, kita harus giatkan mitigasi bencana. Setelah kita yakini 74 ribu tahun yang lalu ada supervolcano di kawasan kita ini, seharusnya kita semakin peka dengan kondisi alam kita saat ini,” kata Meat, Senin (5/9/2021).

Dia mengatakan, Gunung Toba kemungkinan bisa meletus lagi melihat kondisi alam yang terjadi. 

“Kita lihat bagaimana perjalanan alam yang terjadi, misalnya terjadinya letusan Gunung Toba yang oleh peneliti mengatakan sudah terjadi 3 kali, antara lain 800 ribu tahun yang lalu, 400 ribu tahun yang lalu, dan yang terakhir itu pada 74 ribu tahun lalu,"

"Makanya secara geologi kemungkinan letusan itu bakal terjadi. Namun, kita tidak tahu kapan terjadi,” sambungnya. 

Baca juga: Sehari 7 Kali Samosir Diguncang Gempa, Begini Penjelasan BMKG Terkait Isu Gunung Toba Kembali Aktif

Selain dari sisi perjalanan letusan Gunung Toba, tanda-tanda alam yang terjadi beberapa waktu terkahir ini merupakan bagian dari perubahan alam di kawasan Danau Toba.

Dan hal itu, kata dia, pertanda bahwa alam tetap bergerak dan hidup.

“Kita bisa lihat setelah puluhan ribu tahun yang lalu terjadi, tanda-tanda alam di kawasan Danau Toba ini terus terjadi hingga saat ini. Beberapa waktu yang lalu, kita lihat bagaiamana gempa secara beruntun terjadi juga,” terangnya.

Dengan demikian, ia berharap pemerintah harus semakin gencar mengedukasi masyarakat bagaimana karakter alam Danau Toba dan antisipasi kedepan dalam konteks mitigasi bencana alam. 

Baca juga: MENDADAK Samosir Diguncang Puluhan Gempa pada 2021, Netizen Ungkit Dahsyatnya Letusan Gunung Toba

“Dengan adanya pergerakan alam selama puluhan ribu tahun yang lalu, kita berharap pemerintah harus mengedukasi masyarakat seputar karakter alam kawasan Danau Toba dan antisipasi bencana alam di kawasan Danau Toba,"

"Dan hal ini akan dijabarkan di masing-masing OPD dan termasuk jarak bangunan dengan perairan dan pemamfaatan tebing,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia juga berharap masyarakat sekitar kawasan Danau Toba semakin mencintai kearifan lokal.

Pasalnya, nenek moyang di zaman dulu telah mewariskan pengetahuan seputar arsitektur dan kebudayaan tinggal di kawasan Danau Toba.

Baca juga: Gempa Beruntun di Samosir dan Kabar Letusan Gunung Toba, Berikut Penjelasan BMKG

“Di sinilah, kita melihat betapa banyaknya pengetahuan yang diberikan nenek moyang kita kepada kita. Jangan lupa akan kearifan lokal. Bagaiamana mereka membangun rumah sebenarnya pertanda bagaimana mereka mengetahui situasi alam di kawasan Danau Toba,” terangnya.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved