SIMULASI Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Perbaungan, Siswa: Rindu Sekolah

Simulasi pembelajaran tatap muka terbatas ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 6-8 September 2021, dengan protokol kesehatan (Prokes)ketat

Tayang:
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Siswa-siswi SMP N 1 Perbaungan, mencuci tangan sebelum memasuki kelas saat simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Senin (6/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Sekian lama tak bersekolah akibat pandemi Covid-19, sejumlah siswa di Kabupaten Serdangbedagai menyambut bahagia pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Simulasi pembelajaran tatap muka terbatas ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 6-8 September 2021, dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Tampak dari raut wajah siswa-siswi di SMP N 1 Perbaungan, Serdangbedagai, tak sabaran untuk melepaskan rindu akan bersekolah dan bisa bertemu dengan teman-temannya.

Rasa rindu akan bersekolah dirasakan seluruh siswa. Salah satunya Ali Akbar, siswa kelas 8 (Kelas 2) SMP Negeri 1 Perbaungan. Ia menceritakan bahwa sejak pertama masuk sekolah kelas 7 (Kelas 1) belum pernah merasakan sekolah tatap muka.

"Tadi berangkat ke sekolah jam 07.05 WIB diantar papa. Rindu dengan sekolah karma sejak kelas 7 gak pernah sekolah langsung, hanya dari daring," ujar Akbar, Senin (6/9/2021).

Ia mengaku yang paling dirindukannya dengan sekolah adalah bisa bertemu dengan teman-teman sekelasnya.

"Yang dirindukan berjumpa dengan teman-teman dan faham dengan materi yang disampaikan guru. Selama ini hanya daring," ujar Akbar.

Sementara itu, Kepala Cabang Pendidikan Sei Rampah Dinas Pendidikan Sumatera Utara Yedi Efendi Sipayung, memuji simulasi proses belajar mengajar tatap muka di wilayah Serdangbedagai.

Bahkan ia menyampaikan salam dari Kadis Pendidikan Sumatera Utara yang menyatakan penerapan prokes pada siswa berjalan dengan baik.

"Sergai ini The Best pak. Ini salah satu daerah yang The Best pelaksanaan simulasinya. Kita harap ini terus berjalan agar mutu pendidikan kita yang terus membaik," ujar Yedi.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Serdangbedagai Adlin Umar Yusri Tambunan meminta dan mengingatkan kepada seluruh pihak baik guru, penjaga sekolah hingga murid dan orangtua, untuk mengikuti petunjuk teknis dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka yang mulai dijalankan diwilayah ini.

Adlin mengaku simulasi yang dilakukan oleh SMP N 1 Perbaungan sudah berjalan baik. Penerapan protokol kesehatan sudah berjalan semestinya.

"Tolong prokesnya dijaga ketat. Seluruh guru, penjaga sekolah dan siswa semuanya harus menggunakan masker dan tidak berkerumun. Selalu mencuci tangan dengan sabun, dan jika jam belajar mengajar selesai, langsung balik kerumah, tidak diizinkan untuk berkumpul-kumpul," ujar Adlin saat melihat simulasi di SMP N 1 Perbaungan.

Wakil Bupati Sergai ini juga meminta agar seluruh guru yang belum divaksin untuk segera di vaksin.

"Vaksinasi bapak ibu guru serta para murid juga harus dijalankan. Saya minta bagi yang belum vaksin untuk segera ke puskesmas terdekat. Begitu juga jika didapati siswa dan guru yang sakit apakah itu demam dan lain sebagainya, segera ditindak lanjuti, jangan dibawa diam," ujar Adlin.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved