Khazanah Islam
Kisah Lelaki Tidak Pernah Sholat Malam dan Puasa Tapi Ahli Surga, Ternyata Amalannya Sederhana Saja
Setelah sang sahabat mengamati, orang tersebut sepanjang malam ternyata tidak melaksanakan sholat malam (tahajud).
Rasulullah pun kembali berkata, "Sebentar lagi dari pintu ini akan masuk seorang dari ahli surga. Dia ahli surga."
Dan ternyata orang yang datang tersebut masih sama dengan sebelumnya.
"Di hari yang ketiga, munculnya juga orang yang sama," ujar Syekh Ali Jaber melanjutkan kisah itu.
Akan tetapi, orang itu sendiri tidak pernah mendengar perkataan Rasulullah bahwa dia adalah ahli surga.
Begitu dia keluar, ada salah seorang sahabat yang mengikutinya. Karena penasaran, sahabat tersebut meminta agar diizinkan menginap di rumah ahli surga tersebut.
Alasan sahabat itu ingin menginap adalah agar bisa mengamati amalan apa yang dikerjakan sehingga orang itu bisa menjadi ahli surga.
"Saya mengambil pelajaran dari cerita ini, begitu semangatnya sahabat mencari amalan-amalan, berlomba-lomba, bersungguh-sungguh, mana amalan yang bisa mendapatkan ridho Allah," kata sang syekh.
Begitu semangatnya, sahabat tersebut bahkan sampai meninggalkan keluarganya dan urusannya untuk bisa tahu kelebihan orang itu hingga sampai tiga kali disebut ahli surga oleh Nabi Muhammad SAW sendiri.
Setelah sang sahabat mengamati, orang tersebut sepanjang malam ternyata tidak melaksanakan sholat malam (tahajud). Tidak hanya itu, keesokan harinya pun orang itu tidak berpuasa.
"Diikuti selama tiga hari. Kok ini kelihatan biasa-biasa aja. Sholat malam ndak ada, puasa pun ndak ada," tutur Syekh Ali Jaber.
Saking penasarannya, sang sahabat pun bertanya langsung tentang amalan apa yang sebenarnya dilakukan orang itu sehingga dijamin masuk surga oleh Rasul.
Orang itu berkata, "Apa yang Anda lihat, itu saja. Tidak ada kelebihan apa-apa. Tetapi saya menjaga satu hal."
Hal yang dijaga tersebut yaitu setiap kali tidur, dia berdoa kepada Allah, dan amal itu tidak sempat diperhatikan sang sahabat. Lantas doa apa yang dipanjatkan orang tersebut?
Dia berdoa, " Ya Allah, saya maafkan semua orang yang mendzolimi saya. Dan saya bersihkan hati, tidak ada titik hitam terhadap siapa pun."
Syekh Ali Jaber menuturkan bahwa ikhlas memaafkan orang yang sudah mendzolimi memang sangatlah sulit.
"Bisa kita pura-pura memaafkan orang tapi hati kita belum ikhlas. Memang sifat manusia berat, suka menahan dendam, sakit hati itu ndak bisa dilepas," kata Syekh Ali Jaber.
Syekh menambahkan bahwa begitu manusia bisa meninggalkan sifat rendah seperti ini dan menjadi manusia istimewa yang ikhlas memaafkan, Allah pun akan menghargainya dengan surga.
(*/Tribun-Medan.com)