Breaking News:

Terkait PTM Terbatas, Wagub Ijeck Ingatkan Kepala Daerah Pastikan Infrastruktur Prokes di Sekolah

Adapun izin PTM terbatas itu sudah boleh dilaksanakan per 1 September 2021, dengan sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah atau Ijeck saat memberikan keterangannya 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara pekan lalu sudah mengizinkan beberapa daerah untuk memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

Namun, sebelum akhirnya PTM terbatas benar-benar diterapkan, seluruh kepala daerah diharapkan memastikan betul infrastruktur sekolah telah memenuhi protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: CERITA Istri Aryes Ginting tentang Detik-detik Kematian Suami, Menangis sembari Berdoa untuk Anaknya

Dan saat ini sejumlah sekolah di kabupaten/kota masih memberlakukan simulasi PTM terbatas.

"Kita memang menyerahkan kepala daerah untuk melihat daerahnya. Sebab (kepala daerah) lebih tau daerahnya meski izin tetap dari provinsi, namun bupati/wali kota-lah yang membuat keputusan," kata Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah atau biasa disapa Ijeck, di depan Gedung Paripurna DPRD Sumut, Selasa (7/9/2021).

Sebelumnya tentang pelaksanaan PTM terbatas di masa pandemi Covid-19 di Sumut diatur melalui Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/39/INST/2021 tertanggal 30 Agustus 2021.

Instruksi itu ditujukan kepada bupati/wali kota yang daerahnya bukan termasuk wilayah PPKM level 4 maupun zona merah.

Adapun izin PTM terbatas itu sudah boleh dilaksanakan per 1 September 2021, dengan sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi.

"Memang beberapa daerah sudah dibolehkan. Tapi ada beberapa daerah termasuk Medan, belum memulai. Meski PTM sudah boleh namun belum serentak dilakukan. Kita meminta kepala daerah ikut melihat daerahnya, jangan sampai dipaksakan juga," sebut Ijeck.

Sementara terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumut, Ijeck menyebut tak begitu banyak berubah.

Baca juga: Pacari Amanda Manopo Selama Tiga Tahun, Christ Laurent Kuliti Sifat Asli Sang Mantan

Namun, beberapa kabupaten dan kota, perkembangan kasus Covid-19 menunjukkan tren penurunan. Termasuk juga keterisian tempat tidur (BOR) di sejumlah rumah sakit.

"Akan tetapi kita terus menjaga supaya angka paparan ini tidak lagi meluas, makanya harus sama-sama kita jaga protokol kesehatan dan upaya vaksinasi menyeluruh ke masyarakat," ujarnya.

Di samping itu pihaknya bersama pemerintah kabupaten/kota terus menggenjot vaksinasi kepada masyarakat, untuk mencapai target kekebalan kelompok demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Upaya kita adalah bagaimana vaksin ini bisa menyeluruh ke masyarakat. Ini upaya yang memang bisa membantu menekan angka paparan covid kita," pungkasnya.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved