News Video
Anak Dibawah Umur Diculik dan Dirudapaksa, Orang Tua Minta Bantuan ke Presiden Jokowi
Orang tua NS (14), korban rudapaksa nampak murung. Langkahnya terhuyung-huyung saat memasuki ke kantor polisi
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Fariz
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mengenakan hijab hijau, kemeja biru putih, UT (50), orang tua NS (14), korban rudapaksa nampak murung.
Langkahnya terhuyung-huyung saat memasuki ke kantor polisi saat mau melaporkan apa yang dialami anak perempuannya.
Di depan Polrestabes Medan ia menangis meraung-raung.
Ia tak rela masa depan anak gadisnya hancur begitu saja dibuat oleh pria tak bertanggungjawab yang tega membawa kabur anaknya dan merudapaksa NS, yang masih dibawah umur.
Ia berharap agar pelaku yang sudah diketahui itu segera ditangkap.
UT, yang saat itu hadir bersama suami dan keluarganya juga memohon kepada Presiden RI Joko Widodo agar memerintahkan polisi bergerak cepat menangkap pelaku.
"Saya minta sama Bapak polisi. Kalau bisa sampai ke bapak Jokowi. Tangkap la sih pelaku ini, anak saya sudah hancur pak. Tolong pak, bantu, semoga terbuka seterang benderang . Hukum pelaku," harapnya kepada pemerintah dan penegak hukum, Jumat (10/9/2021).
Ibu dari dua anak itu bekerja sebagai pedagang keliling. Sementara suaminya seorang tukang becak.
Mereka mengaku tak bisa berbuat banyak karena masyarakat biasa yang buta hukum.
Bahkan laporan mereka sempat ditolak sebanyak dua kali oleh Polisi.
"Tolong pak polisi, tolong tangkap. Ini generasi penerus dirusaknya pak Tolong kami orang susah, kasihanilah kami orang miskin," ucapnya.
Ia menceritakan bagaimana rasanya saat mengetahui anak gadisnya yang baru berusia 14 tahun itu dibawa kabur oleh Rifky Ferdiansyah.
Bagaikan petir di siang bolong ia terkejut sejadinya ketika tahu anaknya tak pulang kerumah dan dibawa kabur orang yang sama sekali tak dikenalnya.
Saat itu anaknya, NS (14) pamit dari rumah untuk urusan sekolah ke rumah temannya yang berada di Daerah Kecamatan Medan Selayang pada Sabtu (28/8/2021) sekitar pukul 16:00 WIB.
Ia beralasan hanya pergi sebentar. Namun setelah malam hari anaknya itu tak kunjung pulang.