Breaking News:

Tahanan Tewas Lebam lebam

Tiga Polisi Diperiksa Propam Polda Sumut Soal Tahanan Polsek Medan Kota Mati Lebam Membiru

Kabid Propam Polda Sumut Kombes Donald Simanjuntak menyebut sudah ada tiga polisi Polsek Medan Kota diperiksa terkait tahanan tewas lebam

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
HO
Kondisi jenazah Aryes Prayudi Ginting, tahanan Polsek Medan Kota yang meninggal dalam kondisi wajah bengkak-bengkak dan lebam.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Kasus tewasnya tahanan narkoba di Polsek Medan Kota, bernama Aryes Prayudi Ginting berbuntut panjang.

Saat ini, kasus tersebut ditangani Propam Polda Sumut.

Menurut Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Donald Simanjuntak, pihaknya sudah memeriksa tiga polisi yang bertugas di Polsek Medan Kota.

Baca juga: DUGAAN Tahanan Tewas Dianiaya di Polsek Medan Kota, KontraS Sumut Desak Polda Lakukan Ini

Ketiga polisi yang diperiksa ini diduga kuat terlibat dalam kematian Aryes Prayudi Ginting.

"Sudah ada yang diperiksa untuk dimintai keterangan. Ada tiga anggota Polsek Medan Kota," kata Donald Simanjuntak, Jumat (10/9/2021).

Sementara itu, Propam Polda Sumut juga masih mendalami kasus tersebut. 

Donald menyebutkan apabila ketiganya benar-benar terlibat akan menerima sanksi.

Meski demikian, ia enggan membeberkan sanksi apa yang akan diterapkan.

Baca juga: LBH Medan Minta Polisi Bongkar Kuburan Tahanan yang Meninggal Lebam-lebam

"Jika terbukti pasti ada sanksinya. Tetapi ini masih kita dalami," ucapnya.

Sebelumnya, seorang tahanan Polsek Medan Kota bernama Aryes Prayudi Ginting tewas lebam-lebam.

Kematian korban penuh kejanggalan, terlebih istri korban bernama Fitri mengatakan suaminya sempat dimintai uang Rp 25 juta agar bisa terbebas dari kasus narkoba yang menjerat Aryes.

Fitri mengatakan, yang menyetor uang akhirnya cuma dua rekan Aryes.

Kedua rekan Aryes dibebaskan setelah menyetor uang Rp 22 juta pada polisi Polsek Medan Kota.(cr25/tribun-medan.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved