News Video
Video Detik-detik Pemindahan Harimau Sumatra Diduga Terkam Warga Hingga Kepala dan Kemaluan Putus
Setelah harimau sumatra tidak sadarkan diri, Tim BBKSDA Riau memindahkan harimau sumatera yang tertangkap di box trap dengan cara di tandu.
"Karena kondisinya di tengah hutan," ucapnya.
Ditanyai apakah harimau yang tertangkap ini dapat dipastikan hewan yang memangsa korban, remaja bernama Malta Alfarel Nduru, Hartono belum berani memberikan keterangan terkait itu.
"Kalau itu kami belum berani memberikan statement, nanti kita cek dulu," pungkasnya.
Setelah harimau sumatra tidak sadarkan diri, Tim BBKSDA Riau memindahkan harimau sumatera yang tertangkap di box trap dengan cara di tandu.
Selanjutnya satwa buas tersebut di observasi, sebelum di lepas liarkan kembali di lokasi yang lebih aman.
Untuk diketahui, Tim BBKSDA Riau bersama beberapa pihak terkait, sudah beberapa hari belakangan melakukan pemantauan di lokasi penyerangan harimau terhadap warga di Desa Teluk Lanus.
Lokasi kejadian tepatnya berada di kawasan perkebunan PT Sawit Unisraya, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, berbatasan juga dengan areal HTI PT RAPP.
Tim memasang camera trap, dan 2 buah box trap di sekitar tempat kejadian. Namun dalam perkembangannya, saat itu tim belum menemukan adanya tanda-tanda kemunculan harimau.
Box trap dipasang didekat lokasi ditemukan mayat korban dan pondok, yang sebelumnya sempat didapati ada jejak kaki Harimau Sumatra ini.
Warga Siak Diduga Diserang Harimau Sumatra
Seperti diberitakan, pada Minggu, 29 Agustus 2021 pukul 19.00 WIB, seorang warga bernama Malta Alfarel Nduru ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, diduga diterkam Harimau Sumatra.
Kala itu korban sedang berada di luar rumah di dalam perkebunan PT Sawit Unisraya.
Tiba-tiba datang harimau Sumatra yang menyeretnya dari tempat korban berdiri.
“Warga mencari korban malam ini, kemudian korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia dengan kondisi luka yang menggenaskan,” kata Wahyudi, Camat Sungai Apit.
Ketika itu, awalnya korban dan ayahnya, Rustam, sedang memperbaiki mesin genset mesin camp PT Unisraya. Sebab mesin genset di camp itu rusak.