Bobby Nasution Jelaskan Penyebab Pendataan Covid-19 Kota Medan Disebut 'Kacau'

Wali Kota Bobby Afif Nasution menjelaskan tentang pendataan pasien Covid-19 di Kota Medan yang disebut "kacau" oleh Gubernur Sumut.

TRIBUN MEDAN/HO
Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution saat meninjau lokasi banjir di Jalan Intisari Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (11/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Bobby Afif Nasution menjelaskan tentang pendataan pasien Covid-19 di Kota Medan yang disebut "kacau" oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Ia mengatakan, data pasien Covid-19 dari rumah sakit atau klinik milik swasta dilaporkan ke Pemprov Sumut, bukan ke Kota Medan.

"Klinik-klinik dan rumah sakit swasta melapor ke Provinsi Sumut, termasuk hasil tes PCR. Kalau hasilnya positif ataupun negatif mereka melapornya ke Pemprov Sumut. Bukan ke Pemko Medan," ujarnya saat meninjau lokasi banjir di Jalan Intisari, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Empat Daerah Salah Masukkan Data Covid-19, Edy Rahmayadi: Kacau Ini!

Bobby mengatakan, Pemko Medan kerap terhambat saat meminta data pasien dari Pemprov Sumut. Itulah yang akhirnya membuat data pasien Covid-19 yang dirilis Pemko Medan tidak sesuai dengan kondisi riil.

"Sulit sekali meminta data itu. Pemprov juga saya rasa pahamlah, saya bukan menyalahkan siapa-siapa. Tapi ini persoalannya," ucapnya.

Bobby memastikan bahwa saat ini pasien Covid-19 di Kota Medan tinggal dua ribu orang saja.

"Jadi sudah kami konfirmasikan itu hari ini. Kasus aktif hanya tinggal dua ribu. Namun itu tetap kita perbaiki lagi, benar enggak dua ribu. Nah itu yang update," katanya. (cr7/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved