Dinkes Karo Catat BOR Menurun Dua Pekan Terakhir, Saat Ini Terpakai 17 Persen 

dalam masa pandemi ini dan melihat tingginya kasus yang ada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menyediakan beberapa lokasi isolasi.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
Petugas kesehatan RSU Kabanjahe melakukan kontrol di sekitar ruang isolasi RSU Kabanjahe, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo, mencatat adanya penurunan angka penggunaan Bed Occupancy Rate (BOR).

Diketahui, seluruh tempat tidur yang digunakan untuk menampung pasien isolasi akibat paparan virus corona (Covid-19) di Kabupaten Karo, sebanyak 178 tempat tidur. 

Saat dikonfirmasi, Kadis Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes menjelaskan jika penurunan ini tercatat mulai dua pekan terakhir.

Baca juga: Yuk! Wisata Ke Air Terjun Sikulikap, Low Budget, Bisa Nikmati Pemandangan Ini

Dari total tempat tidur yang ada, saat ini jumlah penggunaannya berada di angka 17 persen.

"Kita lihat, dua pekan terakhir ini angka o yang pertambahan kasus Covid-19 melandai. Dan untuk BOR keseluruhan di Kabupaten Karo, saat ini terpakai 17 persen," ujar Irna, Minggu (12/9/2021).

Diketahui, dalam masa pandemi ini dan melihat tingginya kasus yang ada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menyediakan beberapa lokasi isolasi.

Di antaranya, di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, Rumah Sakit Efarina Berastagi, Rumah Sakit Amanda Berastagi, dan di bangunan bekas Rumah Sakit Flora Kabanjahe. 

"Kita ada beberapa tempat isolasi, untuk pasien yang ada keluhan penyakit bawaan dirawat di tiga rumah sakit. Sedangkan di lokasi isolasi terpadu, itu untuk yang tidak memiliki gejala," ucapnya. 

Baca juga: WAJIB DICOBA, 4 Rekomendasi Resto di Medan yang Tawarkan Menu Nasi Goreng

Beberapa waktu terakhir, memang terlihat data yang didapat dari Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Karo angka pertambahan kasus terkonfirmasi cukup melandai.

Meskipun masih ada kasus hampir setiap harinya, namun kondisinya sudah cukup berkurang dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. 

Ketika ditanya perihal kondisi ini, Irna menjelaskan jika ini diperkirakan karena masyarakat yang sudah semakin sadar tentang bahaya Covid-19.

Karena, beberapa waktu terakhir tercatat jika ada masyarakat yang mengeluhkan penyakit seperti ciri-ciri terpapar Covid-19, masyarakat lansung mengambil tindakan. 

"Ya jadi masyarakat sudah banyak yang kalau ada keluhannya itu, lansung antigen. Nah, saat dinyata reaktif mereka langsung lapor ke petugas kesehatan dan pemerintah desa," katanya. 

Jika masyarakat yang melapor ini memiliki keluhan seperti gangguan kesehatan, maka saat dilakukan PCR dan hasilnya positif maka akan lansung dilakukan isolasi di rumah sakit.

Namun, jika memang tidak memiliki gangguan kesehatan atau tanpa  gejala, bisa dilakukan isolasi mandiri. 

Baca juga: Bupati Deliserdang Teken P-APBD 2021: Terimakasih Kepada Pimpinan dan Seluruh Anggota Dewan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved