Soal Presiden Tiga Periode

Jokowi Tolak Tiga Periode, Pengamat Sebut Bahasa Presiden Bersayap

Isatana Kepresidenan memastikan bahwa Presiden RI Joko Widodo tidak mau tiga periode karena alasan berikut ini

Tayang:
Editor: Array A Argus
Twitter @MataNajwa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kunci pengendalian Covid-19 ada di tingkat RT/RW. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Isu Joko Widodo ingin menjabat tiga periode berembus kencang akhir-akhir ini.

Ada yang menyebutkan bahwa Joko Widodo akan bersanding dengan Prabowo Subianto, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Namun, wacana tiga periode ini ditolak oleh Jokowi.

Baca juga: Rakyat Lagi Susah, Isu Survei Presiden Tiga Periode Bergulir Lagi, Duet Jokowi dan Prabowo

Menurut Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, Jokowi tidak akan mencampuri Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terkait isu amandemen UUD 1945.

Fadjroel lalu mengutip pernyataan Jokowi yang dengan tegas menolak wacana presiden tiga periode.

"Berdasarkan pernyataan Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2021, 'Saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode'," ujarnya dalam tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (12/9/2021).

"Konstitusi mengamanatkan dua periode, itu yang harus kita jaga bersama," lanjutnya sesuai pernyataan Jokowi.

Berdasarkan pernyataan tersebut, sikap politik Jokowi sudah jelas menolak masa jabatan presiden diperpanjang.

Baca juga: Jika Presiden Tiga Periode, Ini yang Bakal Terjadi pada Indonesia Kelak

"Ini adalah sikap politik Presiden Joko Widodo untuk menolak wacana presiden tiga periode, maupun memperpanjang masa jabatan presiden," katanya.

"Presiden Joko Widodo memahami bahwa amandemen UUD 1945 adalah domain dari MPR," jelas Fadjroel.

Sebelumnya, Direktur Pusat Studi Komunikasi (PUSaKO) Universitas Andalas, Feri Amsari, mengatakan penyataan Jokowi soal wacana tiga periode sering bersayap alias tak ada kalimat penolakan yang pasti dan tegas.

Ia merujuk pernyataan Jokowi yang menyerahkan permasalahan konstitusi kepada MPR dan hanya akan mematuhi konstitusi.

Dengan demikian, ketika amandemen terlaksana, bukan tak mungkin Jokowi berubah pandangan dan menerima amanah konstitusi baru yang memperpanjang jabatan presiden.

Baca juga: TERIAK JOKOWI TIGA PERIODE, Pemuda di Flores Langsung di Kasih Jaket Warna Krem Milik Presiden

"Di titik tertentu bahasa Pak Jokowi sangat bersayap."

"Karena Pak Jokowi masih mengatakan memang tidak menginginkan maju untuk ketiga kali menjadi presiden."

"Tetapi menggunakan kalimat yang akhirnya dengan kata bahwa hak konstitusi hanya menginginkan atau mengamanahkan dua periode."

"Artinya, kalau diamanahkan tiga periode bisa saja presiden berkata berbeda," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (2/9/2021).

Menurutnya, dalam situasi ini presiden harus mampu memberikan ketegasan dan kejelasan.

Baca juga: Kabar Jokowi Tiga Periode dan Isu Orba, Mahfud MD Beri Jawaban Berikut

Jika tegas, dia menilai seharusnya Jokowi mampu menutup polemik perpanjangan masa jabatan dengan ajakan tidak mengubah konstitusi.

"Dia harusnya mengatakan, di masa Covid-19 ini fokus penanganan pandemi, mari tidak ubah konstitusi."

"Yang artinya itu tutup buku soal perpanjangan masa jabatan. Itu baru tegas dan jelas," kata dia.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Vincentius Jyestha Candraditya)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Istana Tegaskan Jokowi Tolak Wacana Presiden 3 Periode dan Perpanjangan Jabatan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved