Breaking News:

Bekerja Cepat, Kinerja Bobby Nasution Turunkan Penyebaran Covid-19 di Kota Medan Patut Dipuji

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengerahkan organisasi perangkat daerah dan membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meresmikan ruang ICU Covid-19 di RSUD Pirngadi Medan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengerahkan organisasi perangkat daerah dan membangun kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menurunkan kasus Covid-19 di Kota Medan. Apalagi, Presiden Joko Widodo mengeluarkan 4 instruksi kepada pemerintah daerah dalam menangani pandemi Covid-19

Selain itu, ia berkantor di kecamatan yang menjadi zona merah untuk menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), optimalisasi tracing dan testing. Lalu, menyediakan tempat isolasi terpusat (Isoter) dan akselerasi vaksinasi Covid-19

Salah satu indikasi penurunannya, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit  serta persentase bed occupancy rate (BOR) Kota Medan yang berada saat ini berada di angka 56 %.

“Angka BOR Kota Medan berada di bawah 60 %. Kita berharap, jumlah ini terus menurun setiap harinya,” kata Bobby Nasution saat meresmikan Ruang ICU Covid-19 RSUD Dr Pirngadi Medan, beberapa hari lalu.

Di samping itu usai menyampaikan Nota Pengantar Kepala Daerah Terhadap Ranperda Kota Medan tentang P.APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2021 di Gedung DPRD Medan, Selasa (7/9), Bobby Nasution saat doorstop dengan wartawan kembali menyampaikan penurunan angka pertambahan kasus Covid-19  di Kota Medan. Dikatakannya, angka  pertambahan kasus Covid-19 saat ini di bawah 100 kasus per-hari.

 "Alhamdulillah, berdasarkan data kemarin, angka pertambahan kasus Covid-19 terus mengalami trend penurunan dan di bawah angka 100 perhari," ungkapnya didampingi Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, Ketua DPRD Medan  Hasyim SE dan Wakil Ketua DPRD Ikhwan Ritonga.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari ketegasan Bobby Nasution dalam menerapkan PPKM Level 4 yang menjadi salah instruksi Presiden, terutama membatasi mobilitas masyarakat.

Kemudian, melalui OPD terkait, Bobby Nasution juga memerintahkan untuk secara optimal melakukan tracing dan testing. Bahkan, dalam seharinya, 3.000 testing dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Dengan begitu, masyarakat yang terpapar dapat terdeteksi dan segera tertangani.  

Selanjutnya, guna menambah keefektifannya, Bobby Nasution juga minta kepada Dinas Kesehatan Kota Medan berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan (faskes) swasta di Kota Medan. Sebab, tidak jarang, faskes swasta digunakan masyarakat  untuk melakukan testing, terutama untuk memenuhi keperluan melengkapi syarat berpergian.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu juga memaksimalkan penyediaan lokasi isoter bagi masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved